logo


"Saya Khawatir Sikap Ambigu Presiden Dimanfaatkan Novanto untuk Berlindung"

Seharusnya Jokowi bisa menyatakan dengan tegas

15 November 2017 18:50 WIB

Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi. setneg.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sikap Presiden Joko Widodo dalam permasalahan Setya Novanto yang kini menjadi tersangka korupsi KTP-el, dinilai oleh Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo sebagai sikap yang ambigu. 

Cari Pengganti Gatot Nurmantyo, Komisi I: Presiden Jangan Grasak-grusuk

Sehingga hal itu menurutnya sudah dimanfaatkan Setya Novanto untuk berlindung. Dampaknya adalah menghambat proses hukum yang dilakukan oleh KPK.

"Saya khawatir sikap Presiden yang ambigu dimanfaatkan Novanto untuk berlindung dan menghambat proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Dan itu terbukti sampai saat ini," jelasnya, Rabu (15/11).


Pansus Hak Angket KPK Sarankan Setya Novanto Patuh Hukum

Seharusnya, kata Adnan, Presiden Jokowi bisa bersikap tegas dengan mengatakan tidak perlu izin sehingga tak dimanfaatkan.

"Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan 'tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper' sehingga tidak kemudian dimanfaatkan," tegasnya.

Lebih jauh, Adnan menganggap jika sikap tak tegas presiden ada hubungannya dengan dukungan partai Golkar di Pilpres 2019 mendatang.

"Lebih karena kalkulasi politik, presiden merasa tidak yakin kalau posisinya aman," tandasnya.

Pengacara Setya Novanto Sebut Wapres Bikin Gaduh Publik

Penulis : Ratna Wilandari