logo


Soal Swastanisasi 30 Bandara, Heri Gunawan: Otomatis Peran Negara Kecil untuk Melakukan Kontrol

Menurutnya langkah swastanisasi dan privatisasi terhadap puluhan bandara dan pelabuhan tersebut harus dipikirkan dengan sangat matang.

14 November 2017 19:51 WIB

Foto udara Bandara Soekarno Hatta.
Foto udara Bandara Soekarno Hatta. Wikipedia

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Langkah pemerintah untuk melakukan swastanisasi 30 bandara dan 20 pelabuhan menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak, salah satunya anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan.

Menurutnya langkah swastanisasi dan privatisasi terhadap puluhan bandara dan pelabuhan tersebut harus dipikirkan dengan sangat matang dan prudent. Pasalnya pelabuhan dan bandara itu adalah hal strategis yang menjadi pintu masuk masuk segala ancaman yang selama ini kita hadapi seperti penyelundupan barang-barang illegal, obat-obat terlarang, dan perdagangan manusia.

“Jika swastanisasi di jalankan, maka otomatis peran negara akan kecil untuk melakukan kontrol. Dan itu berarti bahwa kedaulatan negara bisa terancam,” ujar Heri di Jakarta, Selasa (14/11).


Beri Kenyamanan untuk Para Penumpang, Citilink Sediakan Fasilitas Lounge

Politisi Gerindra ini menjelaskan logika swastanisasi dan privatisasi adalah soal untung-rugi sehingga tidak terlalu pas kalau diterapkan pada hal-hal strategis.

“Dari pengalaman yang sudah-sudah, swastanisasi dan privatisasi akan menimbulkan penetrasi dana asing dalam jumlah besar. Dan sudah pasti ujungnya adalah soal siapa, kapan, dan berapa untungnya,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Heri, Swastanisasi dan privatisasi tidak selalu jadi jalan keluar yang tepat untuk menjawab soal minimnya anggaran APBN untuk pengelolaan pelabuhan dan bandara. Lebih-lebih, kedaulatan tak bisa diabaikan atas nama anggaran negara yang defisit.

“Justru di situlah tantangan pemerintah untuk bagaimana melakukan pembangunan tanpa mengorbankan hal-hal strategis,” pungkasnya.

Skytrain Bandara Soetta Akan Segera Beroperasi Penuh

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Ratna Wilandari