logo


Kerja Jokowi Dapat Pujian Trump, Begini Penjelasan Deputi I Kantor Staf Presiden

Presiden Jokowi terus meningkatkan daya saing Indonesia dengan mengubah konsep ekonomi yang selama ini berbasis konsumsi menjadi produktivitas.

14 November 2017 13:22 WIB

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sempat melontarkan pujiannya terkait pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) ke-25 di Da Nang, Vietnam, yang berlangsung pada 10 dan 11 November 2017 lalu.

Menyongsong KTT APEC, RI Sorot Pertumbuhan Perdagangan Era Digital

Menurut Deputi I Kantor Staf Presiden Bidang Infrastuktur dan Energi, Darmawan Prasodjo, hal tersebut tidak lepas dari upaya Presiden Jokowi untuk terus meningkatkan daya saing Indonesia, dengan mengubah konsep ekonomi yang selama ini berbasis konsumsi menjadi produktif.

Sebagai salah satu langkah mewujudkan cita-cita tersebut, Presiden Jokowi pada akhirnya memutuskan meningkatkan anggaran belanja sosial dengan menyediakan sejumlah penunjang seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan lain-lain, sembari memfasilitasi rakyat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif, misalnya dengan membangun banyak infrastruktur. 


Perangi Pungli! Jokowi: Pungli Lemahkan Daya Saing Nasional

"Bapak Presiden sadar betul bahwa rakyat harus difasilitasi agar menjadi semakin produktif. Salah satunya misalnya dengan pembangunan infrastruktur. Pembangunan ekonomi tanpa pembangunan infrastruktur itu seperti mesin tanpa oli," demikian kata Darmawan dalam wawancaranya dengan Metro TV belum lama ini.

Terkait data yang sempat dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut kemiskinan di Indonesia semakin meningkat, menurut Darmawan, hal paling mendasar yang sebenarnya perlu digarisbawahi adalah bagaimana porsi konsumsi yang dahulu mencapai angka 58 persen kini semakin turun sementara porsi produktivitas rakyat pada kenyataannya semakin meningkat.

"Sedangkan seluruh equipment bagaimana bangsa ini lebih produktif itu meningkat dahulu 28 persen kini meningkat. Jadi kita lihat daya saing bangsa ini meningkat. Bangsa ini bangsa pejuang dan ingin maju. Ini kelihatan sekali dari hasil survei BPS tersebut," ucapnya.

Bicara soal kemiskinan, Darmawan mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah berusaha memperkecil kesenjangan sosial yang ada di masyarakat sembari terus mengarahkan para pemangku kepentingan untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia dari seluruh jenjang pendidikan.

Darmawan pun yakin bangsa Indonesia dapat menjawab tantangan APEC 2020 di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dengan menjadi bangsa yang memiliki daya saing serta produktivitas yang semakin tinggi di mata internasional.

"Dari rilis BPS kemarin ekspor meningkat 17 persen. Dari sini terlihat sekali kalau bangsa ini berubah. Daya saingnya cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa produk-produk bangsa ini mulai diminati oleh bangsa lain," ucapnya.

Begini Ekspresi Jokowi Saat Melihat Trump Ngobrol Akrab dengan Iriana...

Penulis : Nugrahenny Putri Untari