logo


"Jika Saya Dihukum karena Potong Video, yang Fitnah dan Putus Saya Akan Dilaknat Allah"

Buni Yani didakwa telah melakukan ujaran kebencian dan mengedit atau mengubah isi video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

14 November 2017 10:02 WIB

Buni Yani pengunggah video dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.
Buni Yani pengunggah video dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Istimewa

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Buni Yani menjalani sidang putusan hari ini, Selasa (14/11) di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung. 

Jelang Vonis, Buni Yani 'Curhat' ke Fadli Zon Begini...

Menariknya, di depan majelis hakim, Buni Yani tak segan menyampaikan kata-kata bahwa yang memutus dia bersalah akan mendapat laknat.

"Dalam sidang ini, yang mulia, saya berulang kali sumpah tidak potong video. Jika saya dihukum karena potong video, yang fitnah saya dan putus saya potong video kelak akan dilaknat Allah," tegas Buni Yani.


Fadli Zon Mendoakan Buni Yani Mendapat Keadilan

Setelah Buni membacakan sikapnya, hakim kembali melanjutkan membacakan putusan.

Seperti diketahui, Buni Yani didakwa telah melakukan ujaran kebencian dan mengedit atau mengubah isi video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia didakwa dengan pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Buni dengan hukuman 2 tahun penjara.

Perkara ini bermula saat Buni Yani mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman Facebook miliknya. Tak hanya mengunggah, Buni pun membubuhi keterangan transkip video pidato tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan transkip yang asli. Buni menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

Buni Yani: Mati pun Sudah Siap, Orang Nggak Ada Salah

Penulis : Riana