logo


Arcandra Jadi Saksi Pengalihan Lapangan Migas Jambaran-Tiung Biru dari Exxon ke Pertamina

Dirjen Migas, Ego Syahrial, menjelaskan bahwa pembangunan proyek Jambaran-Tiung Biru telah berjalan, dan telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri ESDM

13 November 2017 17:23 WIB

Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menyaksikan penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu dan penandatanganan perjanjian jual beli dan transportasi gas Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/11).

Pengembangan Modifikasi Kilang Balikapapan Berjalan Sesuai Target

Dimana, dalam kesempatan ini ada dua agenda. Pertama adalah Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, antara Pertamina EP Cepu dan PT Pertamina EP, dengan PT Pertamina (Persero). Dan yang kedua adalah Firm Gas Transportation Agreement (FGTA) untuk Duri-Dumai dari Grissik (Sumatera Selatan) ke Duri (Riau) antara PT TGI dengan PT PGN (Persero), Tbk.

Dirjen Migas, Ego Syahrial, menjelaskan bahwa pembangunan proyek Jambaran-Tiung Biru telah berjalan, dan telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, di Bojonegoro pada tanggal 25 September 2017 lalu.


Menteri ESDM: Alih Kelola Blok Migas Harus Berjalan Baik

“Gas dari proyek Jambaran-Tiung Biru sebesar 172 MMSCFD akan dialirkan untuk PLN Gresik (100 MMSCFD) dan Industri di Jawa Tengah dan Timur (72 MMSCFD). Proyek yang menelan biaya investasi sebesar US$ 1,547 miliar untuk pengembangan lapangan dan US$ 515 juta untuk pembangunan pipa ini diperkirakan selesai pada tahun 2021,” tuturnya.

Sedangkan penandatanganan FGTA antara TGI dengan PGN dilakukan dalam rangka mendukung penyaluran gas pipa Duri-Dumai. Dengan FGTA tersebut, maka TGI sebagai transporter atau pemilik pipa Grissik-Duri akan mengalirkan gas milik PGN dari titik terima di Grissik, dengan sumber gas dari ConocoPhillips (Blok Corrdidor) dan titik serah di Duri, untuk proyek Duri-Dumai.

“Volume gas yang akan ditransportasikan ramp up hingga 37 MMSCFD, dengan periode mulai Oktober 2018 hingga Desember 2023,” pungkasnya.

Stop Reproduksi Solusi Palsu Perubahan Iklim

Penulis : Khairul Anwar, Riana