logo


Resmi Groundbreaking, Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai Segera Terwujud

Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi

13 November 2017 15:37 WIB

Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, melakukan ground breaking pembangunan pipa gas Duri-Dumai sekaligus menyaksikan penandatanganan perjanjian jual beli dan transportasi gas.

Lakukan Groundbreaking Proyek Infrastruktur, Jokowi Terbang ke Sumut

Ground breaking ini dilakukan secara relay via video conference di dua lokasi proyek di Dumai, Provinsi Riau, yaitu di Kilang Refinery Unit II Dumai (Pertamina) dan di Off Take Station (OTS) Dumai (PGN) pada hari Senin (13/11).

Dirjen Migas, Ego Syahrial, mengatakan bahwa pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN yang ditegaskan pemerintah dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016 tanggal 27 Juni 2016.


Pertamina-PGN Sinergi Bangun Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai

“Penugasan tersebut ditindaklanjuti kedua belah pihak dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pipa Duri-Dumai pada tanggal 9 Juni 2017. Kemudian pada tanggal 27 Juli 2017, PT Pertamina (Persero) mengalihkan HoA tersebut kepada PT Pertagas selaku anak perusahaannya. Pada hari Jumat, tanggal 10 November 2017, PGN dan Pertagas juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai di kantor Kementerian BUMN. Dalam KSO tersebut, PGN menguasai 40 persen saham sedangkan Pertagas sebesar 60 persen,” ujar Ego di Gedung Kementerian ESDM Jakarta pada hari Senin (13/11).

Ego menjelaskan bahwa pipa gas ruas Duri-Dumai memiliki diameter 24 inch dan panjang sekitar 64 km dengan titik awal tie in di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai.

“Gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut milik Pertamina dan PGN dengan sumber gas dari Blok Corridor (Conoco Phillips), Blok Bentu (Energi Mega Persada/EMP), dan Blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman),” tuturnya.

Kemudian, Pipa Duri-Dumai ini juga akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional dan daya saing industri.

“Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ego mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar US$ 52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi.

“Proyek ditargetkan selesai paling cepat selama 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah beroperasi,” pungkasnya.

Proyek Pipa Distribusi Gas Bumi PGN di Dumai Capai 40%

Penulis : Khairul Anwar, Riana