logo


Kembali Tak Penuhi Panggilan KPK, Alasan Setya Novanto Kali Ini Adalah..

Sebelumnya, Fredrich Yunadi juga sempat menyarankan agar kliennya tidak menghadiri panggilan KPK tersebut.

13 November 2017 10:43 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kanan) dan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) bersiap memimpin Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/10).
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kanan) dan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) bersiap memimpin Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/10). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari Senin, tanggal 13 November 2017, KPK menjadwalkan kehadiran Ketua DPR-RI, Setya Novanto (Setnov), untuk diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Anang Sugiyana Sudihardjo (ASS) selaku Direktur Utama PT Quadra Solution. Namun ternyata, lagi-lagi Ketua Umum Golkar itu tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan lembaga antirasurah tersebut.

Setya Novanto Resmi Jadi Tersangka Lagi

Alasannya, karena dalam surat panggilan tersebut tidak terdapat atau tercantum izin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pagi ini KPK menerima surat terkait ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo). Alasan yang digunakan adalah izin presiden," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi pada hari Senin (13/11).


Kapan KPK Tahan Setya Novanto?

pada hari sebelumnya, kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi, juga sempat menyarankan agar kliennya tidak menghadiri panggilan KPK tersebut.

"Saya belum tahu beliau (Setya Novanto) hadir apa nggak. Tapi kami memberikan saran untuk tidak hadir karena KPK tidak mempunyai wewenang," tandas Fredrich, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, pada hari Minggu (12/11).

Fredrich beralasan, surat pemanggilan terhadap Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS bukanlah yang ketiga. Pemanggilan baru bisa dikatakan yang kedua atau ketiga jika Setnov sebelumnya tidak datang tanpa alasan.

"Kalau datang dengan alasan itu bukan panggilan kedua karena sudah dikasih tahu bahwa ada alasan tidak hadir," cetus Fredrich.

Masih Bisa Petantang-petenteng, Setya Novanto Disebut Lebih Sakti dari Pangeran Arab

Penulis : Riana