logo


Profil Pahlawan Nasional di Uang Rupiah

Foto para pahlawan terpampang pada uang rupiah dalam bentuk kertas maupun logam

10 November 2017 06:00 WIB

Ilustrasi Pengelola Keuangan
Ilustrasi Pengelola Keuangan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMSetiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Guna mengenang dan mengapresiasi jasa para pahlawan, foto para pahlawan terpampang pada uang rupiah dalam bentuk kertas maupun logam.

Prospek Komoditas Rumput Laut Masih Cerah di 2015

Berikut beberapa pahlawan yang fotonya  dipampang pada uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Rp 100.000


Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar

Pada pecahan uang Rp 100.000, terpampang wajah sang proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966. Sedangkan Moh. Hatta adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

Rp 50.000

Pada pecahan uang Rp 50.000, terdapat gambar pahlawan nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja. Beliau adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 dan terakhir yang menjabat dari tanggal 9 April 1957 hingga tanggal 9 Juli 1959. Kemudian Djuanda menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

Rp 20.000

Pada pecahan uang Rp 20.000, terdapat gambar pahlawan nasional Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi yang merupakan aktivis kemerdekaan Indonesia dari Sulawesi Utara. Sam Ratulangi juga disebut sebagai tokoh multidimensional.

Rp 10.000

Pada pecahan uang Rp 10.000 terdapat gambar pahlawan nasional berasal dari Papua yakni Frans Kaisiepo.  Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti beruap.

Rp 5.000

Ada gambar pahlawan nasional Dr. K.H. Idham Chalid pada uang pecahan Rp 5.000. Dr. KH. Idham Chalid adalah salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda, dan juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-4.

Rp 2.000

Pada pecahan uang Rp 2.000, terdapat gambar pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin. Beliau adalah seorang politisi era Hindia Belanda yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia.

Rp 1.000

Ada gambar pahlawan nasional Tjut Meutia pada uang pecahan Rp 1.000. Tjut awalnya melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya, Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Perjuangan melawan penjajah pun Tjut Meutia lakukan bersama sisa-sisa pasukannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara.

Gambar pahlawan nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja ada pada bagian depan uang logam Rp 1.000. Ia ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara) dan menjadi Gubernur Sunda Kecil pertama.

Rp 500

Gambar pahlawan nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang terdapat pada bagian depan uang logam pecahan Rp 500. Ia adalah seorang tokoh militer dan Gereja di Indonesia. Simatupang pernah ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP).

Rp 200

Ada gambar pahlawan nasional Dr. Tjipto Mangunkusumo di bagian depan uang logam pecahan Rp 200. Tjipto Mangunkusumo adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.

Rp 100

Ada gambar pahlawan nasional Prof.Dr.Ir. Herman Johanes di bagian depan uang logam pecahan Rp 100. Herman Johanes adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum ke-7 (1950-1951).

Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Penulis : Aurora Denata