logo


Sarjana Hukum, Sukses Jadi Tukang Service Komputer

Berpendidikan sarjana di era ini, tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi bagi sarjana yang berharap langsung mendapatkan pekerjaan di kantoran...

28 Oktober 2017 06:54 WIB

Maksimus Masan Kian/ Philipus Seng Tenawahang, Sarjana Hukum yang sukses menjadi Tukang Service Komputer
Maksimus Masan Kian/ Philipus Seng Tenawahang, Sarjana Hukum yang sukses menjadi Tukang Service Komputer
dibaca 806 x

Berpendidikan sarjana di era ini, tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi bagi sarjana yang berharap langsung mendapatkan pekerjaan di kantoran. Sulit. Butuh kreativitas dan inovasi menghasilkan lapangan pekerjaan baru, yang berpeluang membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

5 Pengusaha Ini Buktikan Bahwa Usia Tua Bukanlah Penghalang Mencapai Kesuksesan Bisnis

Adalah Philipus Seng Tenawahang, Alumnus Jurusan Hukum pada Universitas Kristen (Unkris) tahun 2009 ini sepertinya sudah tahu akan peluang kerja di lapangan. Ia tidak berharap banyak dengan titelnya sebagai sarjana hukum. Ia sadar, sarjana hukum yang ia peroleh dari universitas tidak akan bermanfaat apa – apa kalau orentasinya hanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sarjana hukum ini, sukses jadi tukang service komputer sejak 2013. Bagaimana ceritanya? Pria kelahiran 1987 yang kami temui dikediamannya (29/9/2017) mengatakan, keterampilan memperbaiki komputer, laptop dilakukan sejak menjadi mahasiswa di Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. “Awal memiliki komputer, secara otodidak saya mulai belajar aplikasi, menginstal program, install ulang PC dan juga scan virus. Perlahan saya menerapan keterampilan yang saya dapat secara otodidak ini pada konputer dan laptopnya teman- teman. Tidak ada bayaran untuk saya. Namun lewat informasi yang disebarkan oleh teman teman, saya mulai dikenal. Sejak itu, saya menerima pelayanan service di kantor pemerintah dan sekolah. Kuliah sambil kerja,’kata Philipus.


Tutup Usianya Si Pendiri Bukan Akhir dari Vakum-nya Jejak Playboy

Berkat keahliannya, Ia dipercayakan bekerja di Kharisma Computer, salah satu pusat service komputer terbesar di Kota Kupang. Di tempat  ini, keahliannya semakin terasah. Namun melalui sebuah permenungan, ia bermimpi kembali dan mengabdikan diri untuk daerahnya Flores Timur.

Tahun 2013, tekadnya bulat untuk kembali ke kampung halamannya di Belogili Kecamatan Lewolema, Flotim. Dengan modal seadannya, Ia membeli peralatan service. Pelayanan hanya di rumah, di kampung halamannya. Sesekali ia di panggil ke sekolah, termasuk kantor pemerintah, dan keuskupan.

Progres dari pekerjaan ini, bagi Philipus Seng Tenawang sangat menjanjikan. Karena banyak pengguna komputer dan laptop, tetapi sedikit yang memahaminnya. Juli 2014, ia memutuskan untuk mengontrak salah satu rumah di Kelurahan Lewolere, Kecamatan Larantuka. Hingga saat ini tempat itu, sebagai pusat pelayanan service komputer baik service software maupun Hardware.

Pelayanannya semakin luas, hingga ke desa – desa. Ia kemudian memberi nama pada tempat servicenya “Rental Okhan”. Okhan mengambil nama putranya. Secara ekonomi sangat menjanjikan. Philipus kemudian melebarkan usahanya dengan melayani jasa rental, dan menerima pesanan pembelian CPU, Laptop, notebook, aksesoris mouse, flash, baterei, keybord dan lain- lain yang langsung ia beli di Surabaya.

Ratusan ribu rupiah, ia raup setiap bulannya. Hasil ini, tidak membuatnya sombong. Justru terus memotivasinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. “Saya sangat yakin, Tuhan itu ada dan Ia sangat adil. Upah pasti kita dapat, tetapi perlu kerja keras.Tekun dan ulet. Mencintai pekerjaan kita. Jangan mengeluh. Jalankan dengan sepenuh hati. Tulus dan jujur. Jangan kerja tidak betul. Supaya orang cerita bahwa kita kerja baik. Saya bangga bisa melayani banyak orang yang secara otomatis saya juga mengenal banyak orang,’tutur Philipus.

Hingga saat ini, jangkauan pelayanan merata di hampir semua wilayah di Flotim. Termasuk dari luar Flotim yakni Maumere, Ende dan Lembata. Pesatnya usaha ini, telah mendorongnya  mendirikan sebuah CV dengan nama CV. Gilirana. Selanjutnya Ia berencana membeli tanah dan membangun kantor sendiri. Menjadi PNS? Philipus tidak berharap!

Ditulis oleh: Maksimus Masan Kian

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Belajar Hidup Keras dari Oprah Winfrey

Admin : Ratna Wilandari