logo


Bayar Tol Wajib Non Tunai, Bank Mandiri Tingkatkan Kapasitas Produksi e-Money

Sejauh ini, kata Isnu, Mandiri tidak mempunyai kendala dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

13 Oktober 2017 23:25 WIB

Head Department Card Production Bank Mandiri, Isnu Hidayat
Head Department Card Production Bank Mandiri, Isnu Hidayat Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mulai bulan Oktober ini, PT Jasa Marga (Persero) memberlakukan transaksi non tunai atau e-Toll di seluruh pintu masuk tol yang dikelolanya. Terkait hal itu, Bank Mandiri (Persero) pun terus menggenjot produksi kartu pre paid (e-Money dan e-Toll) guna mendukung program pembayaran non tunai tersebut.

Kredit Bank Mandiri Tumbuh

Jitunews.com pun berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi kartu pre paid Mandiri tersebut di Gedung Sentra Mandiri, Jakarta, Jumat (13/10) sore.

"Di ruangan perso kartu ini, kami mencetak beragam kartu Mandiri dan untuk mengisi data supaya dikenali bahwa kartu ini adalah Bank Mandiri lah yang mengeluarkan," papar Head Department Card Production Bank Mandiri, Isnu Hidayat kepada Jitunews.com, Jumat (13/10).


Miliki Strategi Kerja Bagus, Bank Mandiri Klaim KUR Sudah Lampaui Target

Isnu mengatakan, untuk memproduksi kartu tersebut, Bank Mandiri pun memiliki beberapa mesin khusus untuk mencetak kartu pre paid-nya, mesin khusus untuk kartu debit (ATM), dan mesin khusus untuk kartu kredit Mandiri.

"Nah mesin yang paling ujung itu adalah mesin khusus untuk pre paid, kapasitasnya sendiri 1.500 per jam. Terus kemudian untuk mesin kedua adalah mesin untuk kartu debit. Kalau kita punya ATM mandiri istilahnya, itu kartu debit yang di perso di sini. Kartu debit Mandiri sendiri ada dua jenis, ada yang reguler, yakni kartu debit yang ada namanya, dan kedua adalah kartu debit instan, yang gak ada namanya," beber Isnu.

Isnu melanjutkan, Mandiri juga memiliki mesin khusus untuk kartu debit, namun bisa juga digunakan untuk memproduksi kartu pre paid.

"Kalau mesin ini pagi dipakai cetak kartu debit, malamnya dipakai untuk produksi kartu pre paid. Untuk mengejar perso elektronifikasi. Lalu, kita juga punya mesin khusus untuk mesin kredit, paling lengkap, mulai dari perso, sampai proses pemberian amplop kartu pun dikerjakan dengan mesin. Kapasitasnya sendiri 1.700 kartu per jam," tandas Isnu.

Lebih lanjut, Isnu pun menjelaskan bahwa demi mengantisipasi pemberlakuan sistem pembayaran elektronik pembayaran jalan tol pada 31 Oktober mendatang, pihaknya pun meningkatkan kapasitas produksi kartu e-Money Mandiri menjadi 70.000 kartu per hari sejak awal bulan ini, dari kisaran 10.000 sebelumnya.

"Khusus untuk e-Money, semula kita itu mencetak untuk pre paid itu 10-12 ribu per hari, dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, kapasitas produksi kita melonjak 60-70 ribu per hari. Kita juga terapkan sistem shifting kerja selama 24 jam, Sabtu dan Minggu tetap kita produksi," beber Isnu.

Lebih lanjut, Isnu menuturkan, penggunaan e-Money ini akan terus meningkat karena pemerintah mulai memberlakukan aturan pembayaran non tunai untuk tarif tol akhir bulan ini. Sejauh ini, kata dia, Mandiri tidak mempunyai kendala dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dan, guna mendukung target penggunaan uang elektronik tersebut, lanjut Isnu, Bank Mandiri pun telah menyiapkan titik-titik pengisian ulang e-Money yang banyak dan tersebar di berbagai wilayah, seperti jaringan ATM dan kantor cabang Bank Mandiri, toko-toko ritel, hingga ke gerbang tol untuk mendukung kelancaran transaksi non tunai.

 

 

Garap Kredit Sektor Pertanian Indonesia, Bank Mandiri Gandeng Institusi Keuangan Korsel

Penulis : Riana