logo


Tolak Gabung dengan Densus Tipikor, Kapolri Minta Kejagung Bentuk Tim Khusus

Tito berharap dengan adanya satgas khusus Kejagung, penanganan kasus di Densus Tipikor bisa berjalan efektif

13 Oktober 2017 18:45 WIB

. Semua Foto di dalam artikel ini diupload oleh penulis
. Semua Foto di dalam artikel ini diupload oleh penulis "Suara Kita". Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap dampak yang mungkin timbul dari pengunggahan foto-foto tersebut.

JAKARTA, JITUNEWS.COMKapolri Jenderal Tito Karnavian tidak mempermasalahkan keputusan Kejaksaan Agung yang tidak mau bergabung dengan Densus Tipikor. Namun, Kapolri meminta Kejagung untuk membentuk tim khusus untuk berkomunikasi berkaitan dengan kasus yang ditangani oleh Densus Tipikor.

Densus Tipikor Bantu KPK, Tito: Jangan Dianggap Kompetitor Lah

"Kalau tidak satu atap tidak jadi masalah. Tapi ada mungkin dibentuk tim khusus yang bisa berkontak langsung, berinteraksi langsung (dengan Densus) sejak penyelidikan, sejak awal," kata Tito di Mabes Polri, Jumat (13/10).

Menurutnya, ada satgas khusus di Kejagung yang berwenang untuk berkomunikasi seperti halnya Densus 88 yang berkomunikasi dengan Satgas Penuntutan Terorisme. Densus 88 dengan Satgas Penuntutan Terorisme Kejagung memiliki komunikasi yang baik.


Polri Bentuk Densus Tipikor, Ini Harapan KPK

"Sehingga anggota Densus 88 sudah paham, dia harus menyampaikan informasi mengenai penangkapan. Kita berharap nanti dari Kejagung juga membentuk satu tim khusus ya, tanpa sekali lagi mengurangi kewenangan kejaksaan untuk melakukan penyidikan, penuntutan, kasus-kasus yang di luar, yang ditangani Densus Tipikor ini," jelas Tito.

Tito berharap dengan adanya satgas khusus Kejagung, penanganan kasus di Densus Tipikor bisa berjalan efektif.

"Kita harapkan tujuannya hanya satu sebetulnya, jangan sampai terjadi bolak-balik perkara. Karena sejak awal sudah paham, dan sudah satu persepsi dengan kasus yang ditangani," kata Tito.

Densus Tipikor Dibentuk, Fahri: Sudah Purnalah Tugas KPK

Penulis : Aurora Denata