logo


"Kita enggak usah ngomongin Ahok lagi"

Kembalinya nama Ahok di momentum jelang Pilpres dinilai sebagai bentuk manuver politik

13 Oktober 2017 17:01 WIB

Presiden Joko Widodo bersama dengan Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama,  meninjau proyek LRT di kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 30 September 2016
Presiden Joko Widodo bersama dengan Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meninjau proyek LRT di kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 30 September 2016 kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengharapkan agar publik tak lagi berbicara hal-hal yang berkaitan dengan sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Apalagi jika hal tersebut berhubungan dengan Pilpres 2019 nanti.

Menteri Maju Pilkada, Fahri Takut Adanya Penyelewengan

Hal itu disampaikan Fahri sebagai tanggapan terhadap hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis baru-baru ini. Dalam survei itu, salah satu nama yang diunggulkan responden untuk menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) adalah Ahok.

Hasil survei Indikator menunjukkan ada tiga nama paling besar yang paling pantas mendampingi Jokowi. Mereka adalah Gatot Nurmantyo, Menkeu Sri Mulyani, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Masing-masing memperoleh suara 25 persen, 24 persen dan 17 persen.


Fahri Hamzah: Kita Jaga, Enggak akan Ada yang Jatuhkan Jokowi

"Saya menyarankan kita enggak usah ngomongin Ahok lagi, berhenti saja. Yang ada saja masih banyak masalah. Jadi Indonesia harus bisa bicara tentang konsep kepemimpinan yang meringankan beban kita. Yang sudah menjadi beban, ya sudah lah," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Bagi Fahri, kembali mencuatnya nama Ahok dalam momentum jelang Pilpres 2019 adalah bentuk manuver politik semata yang didorong oleh ketidakpuasan terhadap hasil Pilkada DKI Jakarta kemarin.

"Saya tahu ada teman-teman yang lakukan manuver untuk menarik-narik kembali ya. Mungkin karena kecewa dengan keputusan pengadilan atau pilkada. Tapi sudahlah mari kita lihat ke depan," imbuh Fahri.

Fahri juga berharap agar publik mulai memiliki imajinasi tentang masa depan Indonesia di bawah kepemimpinan seorang pemimpin yang bebas dari utang persoalan di masa lalu.

"Kita enggak ingin ada pemimpin ditarik-tarik kakinya ke belakang," ucap Fahri.

Fahri: Setya Novanto Tidak Boleh Terganggu dan Masih Terpukul

Penulis : Marselinus Gunas