logo


Paham Kondisi Politik Papua yang Tak Sehat, Kapolri Minta Penyerang Kemendagri Dipidana

Tito mengaku paham dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh barisan merah putih, mereka merasa tidak puas dengan hasil putusan MK

12 Oktober 2017 17:31 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COMKapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, menyebut pelaku penyerangan kantor Kemendagri pada hari Rabu (11/10) harus dipidana. Dari peristiwa tersebut, polisi sudah menangkap 15 orang.

Kantor Kemendagri Diserang Massa, Kaca Rusak dan Dirjen Terluka

"Nah penyerangan di kantor Kemendagri prinsipnya terjadi pidana. Pidana harus diproses, sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya, tetap kami proses, itu tidak boleh terjadi. Penggunaan kekerasan apapun juga ceritanya tidak boleh terjadi, melukai orang, menghancurkan, tidak boleh terjadi dan itu pasti kita proses," kata Tito di Kompleks Parlemen pada hari Kamis (12/10).

Tito menyebut kondisi politik di Papua tidak sehat. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab beberapa kasus kekerasan.


Mendagri: Aspirasi Sudah Kami Dengarkan, Balasannya Malah Merusak Kantor

"Kami melihat akar masalahnya untuk perbaikan ke depan. Akar masalahnya adalah kontestasi politik yang kurang sehat di Papua," jelasnya.

"Untuk itu, saya minta di Papua, Pak Kapolda bekerja sama dengan stakeholder lain untuk minta bantuan Pak Pangdam dan Pak Gubernur, saya minta tenangkan masyarakat Tolikara, tenangkan masyarakat Intan Jaya, Puncak Jaya, Yapen, Kabupaten Jayapura, ini yang mengalami PSU ini pemilihan ulangnya," ujarnya.

Tito mengaku paham dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh barisan merah putih, mereka merasa tidak puas dengan putusan MK.

"Saya paham betul barisan merah putih ini. Mereka mungkin menyuarakan ketidakpuasan mereka karena calon mereka dikalahkan di MK. Tapi apapun juga keputusan MK adalah final dan binding, final dan mengikat. Jadi, seandainya mereka melakukan kekerasan di Jakarta, di Papua, proses hukum harus tegak, tidak boleh terjadi," kata Tito.

Warga Papua Serang Kemendagri, KPU: Hasil Tidak Bisa Diganggu Gugat

Penulis : Aurora Denata