logo


Kasus Kematian Bayi Debora, Polisi: Ditemukan Unsur Pidana

Sutarmo mengatakan pihaknya sudah memiliki cukup bukti untuk menaikkan kasus kematian bayi Debora ke tahapan penyidikan

12 Oktober 2017 16:44 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMPenyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sutarmo, menyebut hasil penyelidikan kasus kematian bayi Debora di RS Mitra Keluarga menemukan adanya unsur pidana.

Debora Meninggal, Zulkifli Hasan: Saya Marah Betul dengan RS Mitra Keluarga

"Kasus kematian bayi Debora setelah dilakukan penyelidikan ditemukan adanya unsur pidana," kata Sutarmo di kantor Ombudsman pada hari Kamis (12/10).

Sutarmo mengatakan pihaknya sudah memiliki cukup bukti untuk menaikkan kasus kematian bayi Debora ke tahap penyidikan. Namun hingga saat ini belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka.


Minta Izin RS Mitra Keluarga Dicabut, Komisi IX: Biar Jadi Pelajaran untuk RS di Indonesia

"Cukup alat bukti untuk dinaikkan ke penyidikan. Tanggal 15 (September) selesai penyelidikan. Tanggal 18 (September) gelar perkara lalu ditetapkan menjadi penyidikan. Ini sudah masuk ke pemeriksaan. Hari ini Dokter Iren (RS Mitra Keluarga) dan staf yang melakukan penagihan (uang muka kepada orang tua Debora) diperiksa," terangnya.

RS Mitra Keluarga akan dijerat pidana berlapis dengan mengacu pada pelanggaran UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Selain mengacu pada Pasal 190 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, polisi juga tengah mempertimbangkan menjerat rumah sakit tersebut dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ujar Sutarmo.

Hasil Penyelidikan Temukan Penyimpangan Administratif RS Mitra Keluarga

Penulis : Aurora Denata