logo


Pengakuan Jenderal Veteran USA ; Pasukan Khusus TNI Lebih Baik dari USA

Di sebuah acara talk show di TV ABC 13, Texas, yang bekerja sama dengan Universitas Dallas, terkuak pengakuan kehebatan pasukan khusus Indonesia dibandingkan USA.

12 Oktober 2017 01:33 WIB

Prajurit TNI AD menunjukan demo Yongmoodo dalam Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2015.
Prajurit TNI AD menunjukan demo Yongmoodo dalam Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2015. JITUNEWS/Latiko A.D

TEXAS, JITUNEWS.COM Acara talk show itu dihadiri oleh tiga jenderal veteran perang besar yaitu Jenderal (Purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), juga hadir Jenderal (Purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), kemudian Jenderal (Purn) Peter Pace (mantan Jenderal USA Marine dan Kepala Staf Gabungan USA) serta para mahasiswa dari Universitas Dallas.

Rapat Gabungan Soal Polemik Senjata, Fadli: Bagusnya Diselesaikan Pemerintah

Di tengah sesi tanya-jawab, ada seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang alasan penempatan Marinir USA di Australia. Jawaban ketiga jenderal itu begitu mencengangkan bagi pemirsa semua.

”Apakah penempatan pasukan US Marine di Australia berindikasi akan ada serangan USA ke Indonesia pada saat nanti ?”


Terjawab Sudah, Ini Alasan Gatot Nurmantyo Dekat dengan Umat Islam

Jenderal Peter Pace : ”Saat ini ada tiga kekuatan besar Marinir di dunia, dan Indonesia berada pada posisi ke tiga.”

”Penempatan Marinir USA hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara. Jangan bermimpi USA berencana menyerang Indonesia meski USA pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin USA untuk menyerang Indonesia.”

Kemudian presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : ”USA pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur. Kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jenderal Tommy Franks lalu menjawab : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea. Semua pemimpin USA sadar siapa di balik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dengan USA. Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA.” Maksudnya, guru perang gerilya.

Lalu dipaparkan bagaimana kerja sama militer USA dengan Indonesia, yang diakui bahwa pasukan khusus TNI lebih hebat daripada pasukan khusus USA. Jenderal Peter Pace menuturkan hal itu,”Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia, pasukan kita (USA, red) sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Jenderal Tommy Franks menambahkan kesaksian dari kehebatan pasukan khusus TNI. ”Saat operasi pembebasan sandera di pesawat Garuda yang dibajak di Bangkok, Thailand, Delta Force USA memantau operasi tersebut. Operasi berjalan sukses dan sangat efektif. Hal yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain. Anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang tidak kan diperoleh di pendidikan elite militer mana pun, yakni pendidikan gerilya.”

Selanjutnya Jenderal Mike Jackson mengungkap pengetahuannya tentang sisi lain dari kekuatan TNI dan militansinya rakyat Indonesia. ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika, karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika. Meskipun Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia, karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan. SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap ringan Indonesia,” ungkap Jenderal Mike Jackson.

Seorang mahasiswi lalu bertanya tentang kekuatan Asia di mata militer internasional. Lagi-lagi Indonesia jadi sorotan.

Jenderal Mike Jackson menjawab, ”Indonesia dalam waktu dekat akan menjadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.”

Soal itu, Jenderal Peter Pace menambahkan, ”Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu diopersikan maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.”

Itu pengakuan yang membanggakan untuk diketahui rakyat Indonesia.

Jenderal Tommy Franks juga mengetahui kunci-kunci kekuatan militer Indonesia: ”Sebagai orang yang pernah memimpin pasukan khusus, saya tahu banyak rahasia teknik militer yang tidak ditunjukkan dalam latihan perang bersama. Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI AU di Asia yang juga disebut-sebut beberapa pengamat militer dunia sebagai terlengkap di dunia. Kalau saat ini banyak negara yang tergabung dalam NATO mengadakan hubungan dagang militer dengan Indonesia, itu sebuah kebijakan yang tepat. Karena, kalau tidak, akan sangat membahayakan posisi NATO di Asia, karena Indonesia memiliki konsep Non Blok. Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia tersebut. Jadi kesimpulannya, jika sanksi embargo diberikan kepada Indonesia, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Pakar eknologi dan strategi militer akan berperan untuk bersinergi dengan segenap komponen Hankam dalam membangun Alutsista yang 100 persen lokal konten. Dan kekuatan yang tidak dimiliki bangsa lain adalah 90 persen anggota TNI adalah orang-orang beragama yang tidak takut siapa pun kecuali hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.”

Luar biasa, militer Indonesia jadi sorotan dunia, disegani negara adi daya, USA. Meski pun Indonesia tidak memiliki rudal antar benua maupun bom nuklir. Bravo TNI

Isu Senjata Ilegal bertujuan Benturkan TNI dengan Polri

Penulis : Yusran Edo Fauzi,Ratna Wilandari