logo


Politisi PDIP: Jika Ahok, Jokowi dan Megawati Bergabung Maka Khilafah Nggak Akan Ada

Jelang tahun politik, I Wayan Sudirta memprediksi akan banyak isu-isu yang dimainkan oleh lawan politiknya.

10 Oktober 2017 09:03 WIB

I Wayan Sudirta Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
I Wayan Sudirta Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMPolitisi PDIP yang juga pernah menjadi kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama, I Wayan Sudirta memprediksi akan banyak isu-isu yang berkembang dari lawan politik calon yang akan diusung oleh PDIP.

"Jokowi-Gatot Klop Untuk Pilpres 2019"

Diantaranya adalah isu soal kemiskinan, PKI, China hingga Khilafah. Namun demikian, Wayan mengaku tak khawatir selama Ahok, Jokowi dan Megawati masih ada. Sebab, menurutnya khilafah tak akan ada di tanah air.

"Selama Ahok dan Jokowi bergabung khilafah nggak akan ada, apalagi ditambah satu lagi ibu Megawati. Kalau tiga orang ini bertahan, Pancasila dan NKRI bisa bertahan," katanya dalam acara 'Ahok The Untold Story About' di Jakarta, Senin malam (9/10).


Elektabilitas Prabowo Ungguli Jokowi, Gerindra: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Prabowo Menang

Lebih jauh, Wayan menyebut jika perbedaan partai tak menjadi masalah di Indonesia. Akan tetapi jika ada yang mengganggu hal itu maka harus bergabung untuk melawannya.

Mulusnya Chef Marinka, Netizen: Ga Kuat Liatnya

"NKRI dan Pancasila membiarkan orang berbeda partai. Tapi kalau ada yang ganggu Pancasila mesti bersatu melawannya, termasuk khilafah itu," sebutnya.

Djan Faridz: Kalau Kubu Romi Ikut Pemilu, PPP Bisa Dibubarkan Kasian

Penulis : Ratna Wilandari