logo


Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia

Menteri Pertanian yakin dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, Indonesia mengulang sejarah silam, banyak kedatangan bangsa Belanda, Inggris dan China yang membeli rempah-rempah

9 Oktober 2017 21:45 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jitunews/Miftahul Abrori

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Satu upaya untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah di Indonesia yakni dengan mengalokasikan anggaran bantuan bibit untuk budidaya rempah-rempah sebesar Rp 200 miliar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) 2017.

Kadishangpang Sanggau Pastikan Launching Ekspor Beras Berlanjut

"Anggaran Rp 5,5 triliun untuk bibit. Ini baru APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan)," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja (raker) tentang Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (4/10).

Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 200 miliar tersebut diberikan kepada Provinsi Maluku dan Maluku Utara, masing-masing Rp 100 miliar.


Datangi DPR, Petani Lamongan Mengadu

"Jika kurang kami masih ada anggaran tiga tahun ke depan. Kami anggarkan tiga tahun berturut-turut," tambahnya.

Amran meminta kepala dinas untuk mengalokasikan bantuan tersebut ke sejumlah daerah berdasarkan keunggulannya masing-masing. Sehingga arahnya pada skala ekonomis.

Selain itu, Amran juga memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor sebanyak 20 unit untuk mendukung kegiatan. Pemerintah mendorong para investor untuk membangun industri pengolahan dan juga menjual produk jadi, hal tersebut bertujuan untuk menyejahterakan petani.

Amran juga mendorong pihak perguruan tinggi untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan ini. Para akademisi diharapkan menjadi pendamping, agar implementasinya di lapangan berjalan optimal.

Mentan pun berharap jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku turut mengawal kegiatan, seperti penyaluran bantuan bibit agar tidak ada barang-barang palsu. 

Amran optimistis rempah-rempah nusantara akan kembali berjaya dalam tempo satu dasawarsa, mengingat ada dua keunggulan di Maluku.

Keunggulan pertama, Maluku memiliki bibit unggul seperti kayu manis, cengkeh, pala, dan sebagainya. Penduduk Maluku pun berasal dari gen unggul, baik Arab, Cina, Belanda, Inggris, dan Portugis.

Keunggulan kedua, agroclimate Maluku pun tiada banding. "Persoalannya, mau nggak mau gen-gen ini bertemu? Kalau bertemu, ini dahsyat," kata Amran.

Amran yakin bangsa Eropa akan kembali melirik Indonesia seperti 500 tahun silam. Namun, kehadirannya nanti untuk menjadi pembeli rempah-rempah dan sebagai turis.

"Kalau ini kita angkat kembali, Belanda nanti kembali ke sini, Inggris ke sini, Cina ke sini sebagai pembeli dan turis," paparnya.

Pada kesempatan sama, Gubernur Maluku, Said Assagaf, mengaku senang dan mengapresiasi rencana Menteri Amran mengembalikan kejayaan rempah. 

"Semoga dengan gagasan Pak Menteri, rempah-rempah kembali dapat perhatian dan menjadi sumber kesejahteraan rakyat di negeri ini," ucapnya.

Said mendukung kebijakan tersebut, lantaran perkembangan peradaban Maluku tak lepas dari rempah. Sebab, kekayaan rempah di Maluku pada tahun 1.500-an mendorong Eropa untuk datang.

"Karena itu pula, awal proses kolonialisasi di nusantara, Maluku satu-satunya wilayah yang pernah dijajah lima bangsa," ujarnya. Maluku pun disebut negara lain sebagai jalur rempah atau pulau rempah.

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo, juga menyatakan dukungan sama. Ia pun berharap, Pemprov Maluku dan Maluku Utara turut menopang dengan memperbanyak balai-balai latihan kerja.

"Sehingga bibit bisa lebih baik dan tidak lagi pemuda bercita-cita jadi pegawai negeri, tapi petani, petani berdasi," tutur Doni.

Pemerintah Diminta Mengganti Lahan Petani yang Dirubah Jadi Infrastruktur

Penulis : Yusran Edo Fauzi,Aurora Denata