logo


Kadishangpang Sanggau Pastikan Launching Ekspor Beras Berlanjut

Malaysia juga memberikan kuota 20 persen dari total kebutuhan beras mereka kepada Indonesia atau sekitar 1.600 ton per tahun

8 Oktober 2017 16:20 WIB

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri Jitunews/Ngadri

SANGGAU, JITUNEWS.COM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri memastikan bahwa bahwa lauching eksport beras yang dijadwalkan dilakukan Presiden RI Joko Widodo di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan 21 Oktober 2017 mendatang tetap berlanjut sesuai rencana.

Bupati Sanggau Pimpin Upacara HUT TNI ke-72 di Entikong

"Hasil rapat kami di Pontianak yang dihadiri Sekda Sanggau dengan direktur PT. GSA yang mengurusi eksport beras kemarin, lauching jadi, tidak ada masalah," kata John kepada wartawan, Minggu (8/10).

Jawaban John Hendri tersebut sekaligus menjawab keragu-raguan jadi tidaknya eksport yang sudah direncanakan sebelumnya.


Manajer PLN Sanggau Optimis Target Kerja 2017 Tercapai

"Karena semua orang sudah tahu akan ada launching, kalau tiba-tiba tidak jadi, malu juga kita," katanya. Persoalan kemarin," lanjut John terkait belum sepakatnya masalah harga.

"Dia cerita, Pengusaha Malaysia itu kan awalnya ngasi harga ke kita 2,4 RM, kalau kita rupiahkan sekitar Rp 7.500 per kilo. Nah, disitulah bi to bi tadi nego, akhirnya ketemu angka yang kemudian disepakati," jelasnya.

Malaysia juga memberikan kuota 20 persen dari total kebutuhan beras mereka kepada Indonesia atau sekitar 1.600 ton per tahun.

"Beras yang kita eksport juga ada standarnya, beras jenis premium yang patahannya lima persen, dalam artian tidak banyak hancur berasnya, perkara jenis beras tidak masalah," terang John.

Disinggung beras daerah mana di indonesia yang akan dieksport ke Malaysia, John mengaku belum tahu.

"Itu yang kita belum tahu, yang jelas Sanggau harus ikut andil, kalau bisa kita siapkan minimal dua truklah," harapnya.

Mengingat waktu launching yang sudah sangat dekat, John mengaku optimis Kabupaten Sanggau bisa ikut berpartisipasi dalam eksport beras.

"Harus, kita kan punya cara-cara, kalau beras di petani kita lebih tinggi atau sama dengan harga permintaan Malaysia, mau tidak mau kita subsidi, yang penting kita sukseskan dululah launching ini, setelah itu nantikan pasar yang main, sementara ini kita fasilitasi dululah lauching ini," tutur John.

Spanduk Perpanjangan HGU Raib. Warga Desa Melobok Pasang Adat Sanga Parang

Penulis : Ngadri, Aurora Denata