logo


Merayu Nikmat Allah Dengan Dhuha dan Surat Al Waqi'ah

Merayu nikmat Allah salah satunya dengan mengerjakan amalan sholat sunnah seperti dhuha dan membaca surat al waqi'ah.

8 Oktober 2017 11:23 WIB

Muhammad Takdir Hakim /Sunnah Dhuha dan Surat Al Waqi\'ah
Muhammad Takdir Hakim /Sunnah Dhuha dan Surat Al Waqi'ah
dibaca 17507 x

Pagi yang cerah, matahari bersinar terang, udara yang sejuk, gemercik air yang tenang, kicauan burung menambah suasana syahdu, sarapan tersedia lengkap di atas meja makan segelas susu dan sepotong roti selai coklat. MasyaAllah. Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Sudahkah hari ini berucap syukur? 

Prediksi Hotel Halal MUI di Makkasar

Banyak diantara kita yang masih belum mengetahui bahwa sesungguhnya ada trik jitu untuk meminta nikmat nikmat Allah yang tanpa batas. Dan untuk mendapatkan nikmat Allah dengan tahap, niat, proses, ikhtiyar, doa dan tawakal. 

Merayu nikmat Allah salah satunya dengan mengerjakan amalan sholat sunnah seperti dhuha dan membaca surat al waqi'ah. Anjuran sholat sunnah dhuha karena dhuha merupakan salah satu waktu yang mustajabah untuk berdoa dan bermunajat. 


Hampir UNS, Dimanakah Lagi Polemik Perempuan Bercadar Ini Terusik?

Ada apa dengan sholat sunnah dhuha? 

Doa sholat sunnah dhuha memiliki makna kandungan yang luar biasa. Doa sholat dhuha "Ya Allah demi waktu dhuhaMu, dan KeindahanMu, dan demi kekuatanMu. Apabila rezeki kami ada di langit maka turunkanlah, apabila rezeki kami ada di bumi maka keluarkanlah, apabila rejeki kami sulit maka permudahlah, apabila rezeki kami haram maka sucikanlah, apabila rezeki kami sedikit maka perbanyaklah, apabila rejeki kami jauh maka dekatkanlah, atas Haq Mu ya Allah dan kuasa Mu ya Allah, Maka jadikanlah kami tergolong hamba hambaMu yang sholeh. 

Mengapa surat Al Waqi'ah? 

Karena pada kandungan surat Al Waqi'ah terdapat ayat yang memiliki makna (Sesungguhnya telah aku sediakan kenikmatan surga kepadamu). Maka dirikanlah sunnah dhuha insyaallah dengan izin Allah kenikmatan Allah akan berikan kepada kita tanpa batas. (Amiin)  

Ditulis oleh: Nurul Fizriyah Malik

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Terusiknya Perempuan Cadar yang Tak Didukung UU

Admin : Syukron Fadillah