logo


Nikah Murah dengan Wanita Cantik Sunda di Kampung Cinta, Subang

Sebuah desa di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi incaran pejabat kelas bawah menikahi wanita geulis (cantik) secara siri dengan biaya murah.

6 Oktober 2017 06:45 WIB

Ilustrasu Calon Pengantin Wanita
Ilustrasu Calon Pengantin Wanita istimewa

SUBANG. JITUNEWS.COM Alam pegunungan yang elok nan dingin di Subang, tepatnya di Kecamatan Pagaden, menyimpan wanita-wanita single baik itu gadis maupun janda cantik, yang menurut kebiasaan setempat siap dinikahi tamu pria yang punya keberanian.

3 Cara Bikin Wanita Tetap di Sisi Anda

Prosesi pernikahannya bisa dengan mudah memanggil penghulu, untuk menikah siri. Tak banyak embel-embel persyaratan, yang penting suka sama suka, bisa langsung nikah. Status jadi istri simpanan, bukan soal. Istri ditinggal di kampung, tidak dibawa hijrah ke kota pun tak soal. Asal pasarannya di sana diberi uang belanja bulanan Rp 1 juta, cukup. Sesekali saja datang dalam sebulan itu juga tidak soal.

Kalau sampai membuahkan anak, suami yang punya rasa cinta sungguhan tetap tanggung jawab, akta kelahiran bisa dibuat. Asalkan rahasia status pernikahan tetap terjaga tidak sampai bocor diketahui istri pertama.


Berani Percaya? Inilah Khasiat Air Es untuk Sehat dan Awet Muda

Namun tidak sedikit juga suami yang pergi begitu saja, meninggalkan anak keturunan serta ibunya yang diceraikan dengan surat pernyataan atau pesan singkat di ponsel. Tapi begitu lah, sudah menjadi kebiasaan di sana.

Dianggap lumrah. Kalau sudah tidak ada lagi rasa sayang, pergi begitu saja. Umumnya para wanita di sana yang ditinggal pasangannya juga bermental baja. Sudah tahu risiko sejak awal, sudah diperhitungkan kalau ditinggal, maka sudah ada persiapan harta peninggalan mantan suami.

Namun ada juga segelintir yang bernasib apes, ditinggal tanpa diberi bekal harta. Tapi wanita di sana yang bernasib sial tidak sampai ada yang depresi. Keyakinannya, cinta yang baru juga akan datang lagi.
Sekampung seperti kompak, wanita-wanita yang single sehari-hari berhias diri di muka rumahnya, tunggu-tunggu nasib baik kedatangan tamu pria yang sedang mencari istri siri.

Jangan heran bila Anda pria berkunjung ke sana, tidak kekurangan servis pemandangan, diberi senyum mengundang untuk ngobrol akrab. Bahkan, bisa jadi diajak masuk ke rumahnya, entah apa yang dilakukan selanjutnya.

Iis, wanita 30 tahun, berhidung mancung dengan paras khas artis berdarah Sunda, berkulit kuning langsat, dan mampu menjaga body-nya tetap singset, termasuk beruntung. Dapat suami yang sudah beristri, namun setiap bulan selama beberapa tahun menjalani pernikahan siri sang suami siri tetap bertanggung jawab bukan pada Iis dan seorang anak dari buah pernikahannya saja, tapi juga memberi perhatian pada orang tua dan adik-adik Iis.

Rumah tempat tinggal Iis bersama orang tua dan adik-adik direnovasi. Diberi lantai keramik, tidak lagi rumah kayu.

Iis menceritakan bahwa suaminya adalah seorang polisi yang dinas di Jakarta.

”Biasanya abang datang sekali-dua kali sebulan. Setiap ke sini bawa mobil, menggantungkan seragamnya di mobil. Selama dua tahun terakhir abang mencicil membetulkan rumah keluarga Iis, juga memodali warung kelontong,” tutur Iis.

Itu mengaku sudah bahagia, begitu pun keluarganya. Karena sebelum menikah siri dengan polisi itu, ekonomi keluarganya pas-pasan. Ayah Iis hanya buruh tani, sedangkan Iis janda cerai tanpa dibekali harta oleh suami terdahulu.

Ada juga Tati, yang beruntung menikah siri dengan seorang pengacara asal Jakarta yang sudah beristri. Datang enggak datang suaminya setiap bulan bukan soal, tetapi kiriman uang setiap bulan lancar diterima Tati.

Tati mengaku suami sirinya sayang padanya. Sejak awal menikah sudah ada komitmen untuk tidak menuntut suaminya setiap bulan harus datang, karena harus dimaklumi jika sedang sibuk kerja atau ada urusan dengan keluarga. Hanya komitmen sang suami siri setiap bulan harus setor uang bulanan, lewat transfer bank.

Pernikahan siri bagi wanita-wanita di Pagaden bukan hal yang menakutkan. Selama ada saling cinta, maka status pernikahan bukan soal. Kembali ke hakikat manusia bahwa pernikahan itu sunnah yang didasari saling cinta, maka keyakinan rasa bahagia itu ada.

 

5 Jenis Kecanduan ini Aneh tapi Nyata

Penulis : Yusran Edo Fauzi,Ratna Wilandari