logo


Bisikan Gaib Dewa: Gunung Agung Masih Aman

Berbagai hal yang terkait dengan bencana alam gunung berapi seperti lahar,kawah, magma, gempa, dan pengungsi. Artikel ini akan membahas hal terkait pengungsi, karena ada dua sifat warga di saat bencana itu datang pertama, warga yang patuh jika diimbau....

2 Oktober 2017 17:02 WIB

sumber Tribunnews.com
sumber Tribunnews.com
dibaca 214 x

Berbagai hal yang terkait dengan bencana alam gunung berapi seperti lahar,kawah, magma, gempa, dan pengungsi. Artikel ini akan membahas hal terkait pengungsi, karena ada dua sifat warga di saat bencana itu datang pertama, warga yang patuh jika diimbau mengungsi, kedua warga keras kepala yang enggan mengungsi.

Pir, Buah Segar Ampuh Turunkan Berat Badan

Kali ini kita ulik empat orang pemberani yang tetap berada di sekitar kaki Gunung Agung:

  1. Jro Mangku Merta Jati seorang Pamangku Pura Pasar Agung,dia memang mengungsi. Tetapi ia masih sering naik-turun gunung berkunjung ke Pura. Ia mengaku dapat bisikan dewa, dikenal sebagai Ida Sesuhunan (dewa berstana) yang meyakinkan dirinya bahwa gunung ini belum akan meletus. Walaupun iya, mungkin letusannya hanya kecil. Karena ia sendiri juga belum ada firasat secara niskala yang mengarah ke erupsi. Padahal lokasi Pura Penataran Cemara Tebel dari puncak Gunung Agung kurang lebih sekitar 7 kilometer. Selain itu masih ada tiga orang lagi dengan cerita uniknya,yang sedikit mengundang rasa penasaran yaitu
  2. Wayan Resna, warga yang bertempat tinggal berhadapan gunung langsung, ia mengaku sebenarnya takut tapi karena kuatnya feeling akan wangsit seperti mimpi yang belum datang pada dirinya, dipastikan keadaan stabil. "Saya percaya kepada Tuhan, kepada Yang di Atas. Keselamatan itu bisa terjaga dan feeling yang utama,Kalau umpama terjadi awan panas tapi feeling masih bagus ya tetap di sini," tegasnya.
  1. Budi Artha bersama istri beralasan menetap di rumah untuk  menjaga keamanan dan yakin akan tetap terjaga keamanannya. Ia mengatakan bahwa, "Dari gunung kan kelihatan dari sini, kalau ada awan, abu, awan panas barulah kita pergi. Kalau hanya gempa sedikit-sedikit kan tidak apa," ungkapnya.
  2. Wayan Manggih bersikeras mengungsi karena prinsip dari kedua orang tuanya dulu untuk tetap di rumah, meyakini akan diberi keamanan walau sebesar apapun letusannya. "Tidak (khawatir) karena dulu orang tua pernah tinggal di sini dan tak mengungsi. Yakin sama Tuhan saja,Pasrah saya kalau gunungnya meletus," katanya sambil tertawa.

Yups, sebenarnya alasan utama warga tak ingin mengungsi adalah untuk menjaga ternak dan rumahnya dari para penyusup melihat kondisi kampung kosong. Kuncinya asal belum melihat tanda-tanda fisik letusan.


Hal yang Ingin Didengar Wanita dari Sang Kekasih

Walau terdengar gemuruh dan gempa berulang kali tapi suasana di daerah itu masih sejuk tak ada yang perlu dikhawatirkan.Apalagi mereka telah memiliki pengalaman menangani kondisi letusan di erupsi yang pertamanya di tahun 1963.

(sumber bbcindonesia.co)

Ditulis oleh: Amalia Anzhafa

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Jangan Biarkan Uang Merusak Pernikahan

Admin : Aurora Denata