logo


Mendag RI dan Mendag India Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Kelapa Sawit dan Farmasi

Fokus dari BTMF adalah membahas isu-isu perdagangan bilateral, menindaklanjuti hasil BTMF pertama, dan menindaklanjuti hasil pertemuan kedua Kepala Negara pada Desember 2016 lalu.

27 September 2017 13:31 WIB

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan dan Industri India Suresh Prabu membahas tarif CPO dan peluang kerja sama di bidang farmasi pada Senin, 25 September 2017 di New Delhi, India.
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan dan Industri India Suresh Prabu membahas tarif CPO dan peluang kerja sama di bidang farmasi pada Senin, 25 September 2017 di New Delhi, India. Dok. Humas Kemendag RI

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan dan Industri India Suresh Prabu membahas tarif CPO dan peluang kerja sama di bidang farmasi pada Senin (25/9) di New Delhi, India. Kedua Menteri bertemu dalam forum pertemuan tingkat Menteri Perdagangan, yaitu Indonesia-India Biennial Trade Ministers’ Forum (BTMF) ke-2. Mendag Enggar dan Menteri Suresh juga membahas langkah-langkah peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

“Pertemuan kedua Menteri sangat strategis karena India dan Indonesia merupakan dua negara yang memiliki hubungan sejarah, ekonomi, dan sosial yang sangat dekat, dan kedua Kepala Negara memiliki komitmen untuk meningkatkan hubungan di segala bidang termasuk di bidang
perdagangan dan investasi,” ujar Mendag Enggar.

Fokus dari BTMF adalah membahas isu-isu perdagangan bilateral, menindaklanjuti hasil BTMF pertama, dan menindaklanjuti hasil pertemuan kedua Kepala Negara pada Desember 2016 lalu. Indonesia dan India melakukan BTMF terakhir 6 tahun lalu, yaitu pada 4 Oktober 2011 di Jakarta.


Mendag Ajak CEO Sawit Berkomitmen Jaga Stok dan HET Minyak Goreng

“Indonesia mengangkat isu peningkatan bea masuk CPO dari 7,5% menjadi 15% dan turunannya (olein) dari 15% menjadi 25%, sehingga menyebabkan penurunan daya saing produk andalan ekspor Indonesia ke India. Selain itu kami juga mengangkat isu produk lain seperti pinang, kopi,
karet, dan minyak atsiri yang juga dikenai tarif tinggi padahal produk tersebut diperlukan untuk industri dalam negeri India. India sudah menerima keluhan Indonesia, dan siap membahas hal ini
lebih lanjut dalam pertemuan RCEP berikutnya,” kata Mendag Enggar.

Selain isu CPO, kedua Menteri juga membahas kerja sama di bidang farmasi. Dalam hal ini, Indonesia mengundang kembali India untuk berinvestasi di bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API). Kedua Menteri sepakat isu pengembangan investasi di bidang farmasi akan dibahas lebih lanjut dalam melalui pertemuan teknis otoritas farmasi dan kesehatan kedua negara.

“Pertemuan diadakan dengan semangat kerja sama dan kekeluargaan. Kedua negara harus melihat secara positif dan mencari cara secara kreatif. Bukan bagaimana menurunkan impor, tapi lebih kepada bagaimana meningkatkan ekspor masing-masing negara sehingga terjadi
perdagangan yang berkelanjutan,” kata Mendag Enggar.

Kedua Menteri sepakat meminta pejabat tinggi kedua negara meningkatkan intensitas pertemuan, baik formal maupun informal, untuk membahas isu-isu perdagangan dan investasi yang muncul antara kedua negara.

Salah satu hasil penting dari BTMF ke-2 adalah disepakatinya pembentukan Kelompok Kerja Perdagagangan dan Investasi (Working Group on Trade and Investment Forum/WGTIF) dan Kelompok Kerja Fasilitasi dan Resolusi Perdagangan (Working Group on Trade Facilitation and Resolution/WGTFR). Kedua kelompok kerja bertujuan membahas isu-isu teknis agar pertemuan BTMF selanjutnya dapat membahas isu-isu baru yang relevan di masa depan. Sebagai contoh, isu- isunya seperti sektor jasa dan kemajuan teknologi. Kedua kelompok kerja ini direncanakan untuk melakukan pertemuan pertama di awal tahun 2018.

Sebelum pertemuan tingkat Menteri, terlebih dahulu digelar Pertemuan Tingkat Pejabat Senior (Senior Officials Meeting). Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dan Delegasi India dipimpin oleh Joint Secretary, Department of Commerce and Industry, Ministry of Commerce and Industry of India Shri Rajneesh.

Presiden Jokowi Diminta Cabut Izin 11 Perusahaan Terindikasi Menyalahgunakan Dana Pungutan Sawit

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan