logo


Lewat Sosmed, Ada 49 Negara yang Sebarkan Konten Gay Anak

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Ditjen Aptika Kemenkominfo untuk memblokir akun Twitter yang bersangkutan agar tidak terjadi penyebaran konten porno tersebut

17 September 2017 18:15 WIB

Ilustrasi. Sumber foto: sebarr.com
Ilustrasi. Sumber foto: sebarr.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi menangkap jaringan pengedar vdeo gay anak (VGK). Mereka menjual konten pornografi anak laki-laki melalui akun sosial media Twitter dan grup Telegram 'Asian Boys' dari 49 negara.

HEBOH! Suara Tanpa Sosok Hantui Sejumlah Warga di Semarang

"Saat ini dari ketiga pelaku ini kita amankan 750 images dan video gay kids yang ada di chat grup Telegram dan Whatsapp," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes POl Adi Deriyan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (17/9).

Di grup chat tersebut beranggotakan ratusan orang yang rata-rata adalah kaum gay dan fedofil dari 49 negara, di antaranya Amerika Serikat, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Arab Saudi, Turki, Irak, dan lainnya.


Ketika Ahmad Dhani Menyuruh Ulama Jateng Bantu Jokowi di Pilpres

"Setidaknya ada 38 grup Telegram dan WhatsApp 'Asian Boys' yang diikuti oleh ketiga tersangka,
 katanya.

Subdit cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Homeland Security Investigation Europol guna menyelidiki kasus ini.

"Kedepan kita akan berupaya untuk mengembangkan penanganan kasus ini, melalui kerja sama dengan FBI dan homeland security investigation, kita sharing info juga dengan mereka dan kita akan bekerja sama dengan instansi lain di dalam negeri dalam bentuk upaya pencegahan jangan sampai putra putri kita jadi kejahatan pedofil," terangnya.

Kasubdit Cyber Crime Ditrekrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu menyebut para tersangka memperjual-belikan konten pornografi dari grup tersebut.

"Jadi sumber child porn images yang dijual para tersangka melalui akun Twitter @VGKSale ini diperoleh dari aplikasi Telegram dan WhatsApp lokal dan jaringan internasional yang khusus mendistribusikan konten pornografi anak dengan cara sharing atau jual beli images tersebut," jelas Roberto.

Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Ditjen Aptika Kemenkominfo untuk memblokir akun Twitter yang bersangkutan agar tidak terjadi penyebaran konten porno tersebut.

ADUH, Tampilan Instagram Bakal Jadi 4 Foto Per Baris Nih!

Penulis : Aurora Denata
×
×