logo


PKS: Krisis Rohingya Paling Buruk Setelah Perang Dunia II

Sukamta menyebutkan, tragedi yang terjadi di Rakhine State bukan hanya diskriminasi melainkan genosida atau pembunuhan massal.

17 September 2017 13:00 WIB

Aksi Bela Rohingya
Aksi Bela Rohingya Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tragedi pembersihan etnik Rohingya di Myanmar adalah tragedi kemanusiaan yang paling buruk setelah Perang Dunia II. Hal ini diungkapkan Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS, Sukamta, di tengah Aksi Bela Rohingya di Jakarta, Sabtu (16/9) kemarin.

Massa #StopGenocideRohingya 169 Suarakan Tiga Tuntutan Ini

Sukamta menyebutkan, tragedi yang terjadi di Rakhine State bukan hanya diskriminasi melainkan genosida atau pembunuhan massal.

"Jadi orang diusir dengan cara rumahnya dibakar, ditembaki begitu pergi ditanami ranjau sehingga tidak bisa kembali," papar Sukamta dalam keterangan resminya kepada Jitunews.com, Minggu (17/9).


Di Panggung Aksi Bela Rohingya, Amien Rais Singgung Tugas Jokowi Soal Rohingya

Dunia internasional sudah memberikan kecaman terhadap kekejian di Myanmar. Namun, pemerintah Myanmar tetap bergeming. Sukamta menegaskan, tekanan keras dan segera harus diberikan kepada Myanmar untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang masuk kategori luar biasa ini.

"Kalau dunia internasional tidak turun mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi orang Rohingya di Myanmar," ujar Sukamta.

Selain menyuarakan tuntutan, Aksi Bela Rohingya juga akan melakukan penggalangan dana. Sukamta menyebut CC4R PKS di seluruh Indonesia sudah mengumpulkan dana kemanusiaan yang mencapai Rp 3,8 Miliar hingga sebelum aksi digelar.

"Semua dana kemanusiaan CC4R akan disumbangkan melalui lembaga sosial yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang sudah lama bekerja membantu Rohingya," sebut Sukamta.

Dalam Aksi Bela Rohingya kemarin, beberapa tokoh akan hadir menyampaikan orasi diantaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno; KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii; KH Sobri Lubis; KH Didin Hafidhudin; KH Nazar Haris; KH Nonop Hanafi; KH Muhyiddin Junaidi; Dahnial Simanjutak; Prof Philip K Widjaya; dan beberapa tokoh ormas Islam dan agama Buddha lainnya.

Prabowo dan Amien Rais Kompak Sebut Bantuan Bagi Warga Rohingya Hanya Pencitraan

Penulis : Riana
×
×