logo


Didatangi KPK Saat Sedang Mandi, Walkot Batu Bilang Begini...

Diduga Eddy menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkot Batu dari rekanan.

17 September 2017 12:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Sabtu (16/9).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Sabtu (16/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

Soal OTT, KPK Tak Perlu Minta Izin Mendagri

Diduga Eddy menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkot Batu dari rekanan.

"Uang yang diamankan berjumlah sekitar Rp 300 juta. Rp 200 juta untuk wali kota dan Rp 100 juta untuk Kepala ULP," beber Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.


Soal OTT KPK, Fahri Hamzah: Pemerintah Ini Beternak Maling!!

Di kesempatan berbeda, kepada media, Eddy mengaku tak tahu menahu soal duit suap yang diduga KPK berasal dari pihak rekanan. KPK menyebut Eddy diduga menerima uang Rp 200 juta dari total duit Rp 300 juta yang disita dalam penangkapan.

"Wong uangnya saja saya nggak tahu, nerima juga nggak tahu," kata Eddy kepada wartawan saat dibawa dari Mapolda Jatim menuju bandara untuk diterbangkan ke Jakarta, Sabtu (16/9).

Saat KPK mendatanginya, Eddy mengaku sedang mandi. Ia mengaku, saat itu pintu kamar mandinya digedor-gedor.

"Ada petugas KPK. Katanya OTT," tutur dia.

Diketahui, KPK menangkap Eddy sekitar pukul 12.30 WIB. Ikut ditangkap 4 orang lainnya termasuk Kepala ULP Pemkot Batu dan pihak rekanan.

Sementara itu, Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Jawa Timur masih menunggu kepastian terkait dengan penangkapan Eddy Rumpoko.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Soni T. Danaparamita, mengatakan, hingga kini ia masih mencari kepastian kabar penangkapan Eddy Rumpoko oleh penyidik KPK.

"Kita tunggu dulu penjelasan dari KPK agar duduk persoalannya jelas," kata Soni Sabtu (16/9).

Jika penangkapan itu benar, Soni menyakini bahwa penyidik KPK telah bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Karena itu, tak ada alasan bagi PDIP sebagai partai ideologis untuk menghalangi kinerja KPK dalam memerangi korupsi di Indonesia," pungkas Soni, dikutip dari tempo.

 

Dalam Sepekan KPK Tiga Kali Gelar OTT, Begini Komentar Tjahjo

Penulis : Riana
×
×