logo


Mentan 'Disentil' DPR Terkait Utang Subsidi Pupuk

Menteri Amran beberapa waktu lalu juga mengakui bahwa berdasarkan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), masih ada kewajiban kurang bayar subsidi pupuk oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2014 – 2015 sebesar Rp 14,99 triliun.

13 September 2017 10:17 WIB

Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, mengingatkan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, agar melunasi kekurangan subsidi pupuk Rp14,9 triliun kepada PT Pupuk Indonesia (Persero).

Utang Pupuk Bersubsidi Dua Tahun Belum Lunas, Komisi IV: Itu Bukan Tanpa Alasan

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (12/9), Herman mengimbau agar subsidi pupuk disegerakan karena memengaruhi keuangan industri pupuk pelat merah itu. Menurutnya, kangan sampai Pupuk Indonesia kolaps.

"Saya ingin mengingatkan Pak Menteri terkait kurang bayar subsidi pupuk Kementerian Pertanian sebesar Rp14,995 trilliun. Harus cari jalan keluar untuk itu karena kalau tidak terbayarkan juga pada tahun 2019 seluruh pabrik pupuk bisa tutup," tutur Herman.


Pupuk Subsidi Salah Sasaran, DPR: Banyak Oknum yang Bermain

Senada dengan Herman, Anggota Komisi IV lainnya, yakni Oo Sutisna, mengatakan bahwa tunggakan subsidi pupuk perlu segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu operasional BUMN tersebut.

Oo menyayangkan, meski sudah ada kesepakatan akan diselesaikan melalui Kementerian Keuangan, namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut pelunasan kekurangan bayar subsidi pupuk tersebut.

"Jika hal itu terjadi efeknya akan sangat panjang, salah satunya terjadi peningkatan pengangguran dan sebagainya," ujar Oo.

Diketahui, Menteri Amran beberapa waktu lalu juga mengakui bahwa berdasarkan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), masih ada kewajiban kurang bayar subsidi pupuk oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2014 – 2015 sebesar Rp 14,99 triliun.

Ia pun mengklaim, pihaknya juga telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan pada tanggal 27 Januari 2015 untuk penyelesaian hal tersebut, ditambah dengan kurang bayar subsidi pupuk pada tahun 2016 sebesar Rp 2,96 triliun.

Pada kesempatan itu, Amran juga menyampaikan rancangan anggaran tahun 2018, dimana pagu anggaran untuk subsidi pupuk tahun 2018 adalah sebesar Rp 28,5 triliun dengan volume pupuk 9,55 juta ton. Untuk itu, pihaknya berharap agar Komisi IV DPR dapat membantu mendorong penyelesaian kurang bayar tersebut.

Pengamat: Subsidi Pupuk Bisa Diganti Menjadi Subsidi Langsung Melalui Kartu Tani

Penulis : Riana
×
×