logo


11 PPA Diteken, Jonan: Harga Listrik Akan Kompetitif dan Affordable

Jonan menjelaskan bahwa pemerintah senantiasa melakukan perbaikan agar pengembangan pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT) menjadi makin menarik, salah satunya melakukan revisi Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 menjadi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017

8 September 2017 13:38 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan saat acara penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik pembangkit energi baru terbarukan antara PLN dan pengembang IPP, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9).
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan saat acara penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik pembangkit energi baru terbarukan antara PLN dan pengembang IPP, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9). Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengapresiasi Penandatanganan Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit dari energi terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dengan pengembang pembangkit tenaga listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Kementerian ESDM Prioritaskan Anggaran untuk Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

Menurutnya, dengan adanya penandatanganan ini telah menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah dalam memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 mendatang.

"Selain itu, juga untuk menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable (terjangkau red)," ujar Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9).


Ini 2 Poin Penting yang Diubah Pemerintah dalam Skema Gross Split

Dalam hal ini, Jonan menjelaskan bahwa pemerintah senantiasa melakukan perbaikan agar pengembangan pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT) menjadi makin menarik. Salah satunya adalah dengan melakukan revisi Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 menjadi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 dalam rangka mengoptimalkan BPP tenaga listrik EBT yang diharapkan berdampak pada tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

"11 proyek pembangkit EBT ini memiliki kisaran harga jual antara US$ 6.52/KWH - US$ 8.60/KWH, ada yang lebih rendah atau sama dari dengan BPP, ini merupakan dukungan pemerintah untuk pengembangan listrik EBT," paparnya.

Hal ini sejalan dengan Permen Permen ESDM 50/2017 juga mengatur perubahan formula harga pembelian tenaga listrik dari PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTBm dan PLTBg.

"BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat sama atau di bawah rata-rata BPP Pembangkitan nasional. Harga patokan pembelian tenaga listrik semula sebesar sama dengan BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat, menjadi ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak," tukasnya.

Seperti diketahui, hari ini, Jumat, tanggal 8 September 2017 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bersama Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, menyaksikan penandatanganan 11 Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit dari energi terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dengan pengembang pembangkit tenaga listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Jonan Hadiri Penandatangan 11 Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Antara PLN dengan IPP

Penulis : Khairul Anwar, Riana