logo


Yannie Kim Berbagi Kisah Perayaan Kemerdekaan RI di Korea Selatan

Bagaimana orang-orang Indonesia merayakan kemerdekaan RI di negara berjuluk Negeri Ginseng tersebut?

17 Agustus 2017 11:00 WIB

Meski telah lama tinggal di luar negeri, Yannie tidak pernah lupa dengan Indonesia.
Meski telah lama tinggal di luar negeri, Yannie tidak pernah lupa dengan Indonesia. Instagram/Dok. pribadi Yannie Kim

PAJU, JITUNEWS.COM - Berada di tanah perantauan memang penuh tantangan. Selain harus menahan kerinduan terhadap kampung halaman, mereka yang berdarah Indonesia dan tinggal di luar negeri harus rela merayakan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) setiap tanggal 17 Agustus jauh dari pelukan Ibu Pertiwi.

Prospek Komoditas Rumput Laut Masih Cerah di 2015

Bagi sejumlah pihak, merayakan Kemerdekaan RI di luar negeri dianggap tidak meriah. Siapa bilang? Darah jauh lebih kental jika dibandingkan air di lautan yang memisahkan tempat para perantau berpijak. Kali ini, Jitunews.com akan menyampaikan secuil kisah perayaan kemerdekaan RI di Korea Selatan.

Seorang yang berdarah Indonesia, Yannie Kim, bersedia berbagi kisahnya merayakan kemerdekaan di kota Busan, Korea Selatan. Kini Yannie dan keluarga kecilnya sudah pindah ke kota Paju.


Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar

Nama Yannie Kim mulai familiar di telinga sejumlah penikmat drama-drama Korea di Indonesia setelah tampil singkat di drama populer "Yongpal" yang dibintangi Joo Won dan Kim Tae Hee. Telah tinggal di Korea Selatan selama 17 tahun, Yannie dengan senang hati membagikan kisah-kisahnya beserta info-info serta pengetahuan yang bermanfaat kepada para followers yang setiap hari selalu membanjiri kolom komentar Instagramnya, @yannie_kim.

Terkait perayaan kemerdekaan RI di Korea Selatan pada umumnya, masyarakat Indonesia yang tinggalnya terpencar di beberapa wilayah biasanya mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mengikuti serangkaian acara yang tidak kalah meriahnya dengan yang ada di Tanah Air, seperti upacara bendera dan berbagai lomba khas yang 'Indonesia banget'.

Meski demikian, mereka tetap harus mengajukan cuti ke tempat kerjanya jauh-jauh hari sebelumnya. Berhubung di Korea Selatan tidak seperti di Indonesia yang angka 17 di bulan Agustusnya berwarna merah, mereka yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan mahasiswa, cenderung memiliki kans yang lebih besar untuk bisa datang ke KBRI dan ikut serta merayakan kemerdekaan, lantaran memiliki waktu luang yang lebih ramah dan fleksibel dibandingkan mereka yang bekerja kantoran.

Profesi orang Indonesia yang tinggal di Korea Selatan pada dasarnya bermacam-macam, mulai dari wiraswasta, guru bahasa, penerjemah, pegawai bank, penjaga toko, pekerja pabrik, dan lain-lain. Selain itu ada pejabat negara yang bekerja di KBRI dan juga para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.

Meski jauh dari Bumi Pertiwi, jiwa nasionalis Yannie tidak pernah luntur. Ia sangat aktif dan sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan beraroma Indonesia dan juga acara-acara resmi kerja sama pemerintah Indonesia-Korea Selatan, baik sebagai perwakilan, pembawa acara, maupun alih bahasa. Sejumlah foto di akun Instagramnya juga menunjukkan bagaimana ibu dua anak ini tidak pernah lupa dengan Indonesia, mulai dari foto-foto kegiatan hingga foto-foto menggunakan kostum daerah dan nasional.

Begitu pula dengan event tujuhbelasan khas Indonesia, ia pun berinisiatif untuk mengadakan acara untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI di kota Busan. Dengan kerja sama dan teamwork yang solid bersama perkumpulan masyarakat Indonesia, acara perayaan tersebut hampir selalu berhasil terlaksana setiap tahunnya.

"Hampir setiap tahun saya menyelenggarakan event untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan bekerja sama dengan teman-teman pekerja Indonesia yang tinggal di kota Busan," kata Yannie kepada Jitunews.com, Senin (14/8).

"Acara yang saya selenggarakan itu seratus persen mendapat dukungan biaya dari pemerintah Korea kota Busan yang saya ajukan jauh-jauh hari dengan tujuan mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea," tambahnya.

Dalam menyusun acaranya, Yannie selalu berusaha untuk terus melekatkan unsur khas dan budaya Indonesia agar para partisipan yang hadir mampu merasakan sensasi 'Indonesia banget' yang mungkin selama ini sudah jarang dirasakan. Sejumlah kegiatan khas tujuhbelasan pun digelar, seperti lomba balap karung, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, cicip makanan Indonesia, panggung tarian tradisional, berfoto dengan kostum daerah, dan lain-lain.

Pemerintah setempat pun diakui Yannie sangat mendukung acara-acara yang mengedepankan unsur budaya dan sangat membuka ruang untuk pertukaran ilmu pengetahuan budaya itu sendiri. Warga Korea Selatan juga antusias dan sangat menyambut baik. "Indonesia dan Korea berbaur jadi satu di acara tujuhbelasan yang kami selenggarakan," katanya lagi.

Kemerdekaan, dimaknai Yannie sebagai sebuah bentuk kebebasan yang sudah selayaknya disyukuri dengan menjaga keutuhan bangsa. Salah satunya dengan cara menghargai perbedaan yang ada.

"Buat saya kemerdekaan memiliki makna yang sangat dalam dan patut kita syukuri. Dengan kemerdekaan, bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing itu semua tidak luput dari jasa para pahlawan kita yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda," katanya.

"Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa harus menjaga kemerdekaan ini dengan menjadi penerus yang tidak mudah termakan provokasi hanya karena perbedaan," tambahnya.

Jika mendengar kata Korea Selatan, saat ini pasti yang sering terbesit di pikiran kebanyakan orang, terlebih lagi para generasi muda yang nampaknya sedang keranjingan wabah Hallyu wave, adalah kata-kata macam K-pop, K-drama, K-movie, dan sejenisnya. Untuk itu, Yannie Kim punya pesan tersendiri nih

"Cintailah Indonesia seribu kali lebih dari mencintai K-idol karena sesungguhnya Indonesia benar-benar membutuhkan kawula muda generasi penerus bangsa," demikian harapannya untuk para pemuda dan pemudi harapan serta kebanggaan Indonesia.

Yannie sendiri mulai menginjakkan kaki di Korea Selatan sejak tahun 2000 silam setelah menjadi salah satu karyawan terpilih yang dikirim ke Negeri Ginseng tersebut. Kalau sudah jodoh memang nggak akan kemana. Ia pun menemukan tambatan hatinya, menikah, dan menetap. Pada tahun 2009 ia memulai debut di dunia seni peran dengan tampil di drama KNN TV berjudul "Gaori". Hingga saat ini ia juga aktif tampil di sejumlah acara talkshow

Kegiatan KBRI Korea Selatan

Sementara itu, KBRI Korea Selatan yang berada di Seoul, untuk tahun ini telah mengadakan sejumlah acara guna memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 seperti lomba tenis meja serta menggambar dan mewarnai untuk anak-anak. Sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat Indonesia pun turut berpartisipasi.

Rangkaian Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dilanjutkan dengan lomba-lomba olahraga lainnya dan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus. Jika berjalan sesuai rencana, resepsi diplomatik juga akan diadakan pada bulan September mendatang.

"Semoga perayaan ini dapat semakin menumbuhkan semangat persatuan, semangat kebersamaan, gotong-royong dan solidaritas terutama diantara sesama masyarakat Indonesia di Korea Selatan," kata Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, dalam keterangannya di laman resmi KBRI Korea Selatan.

Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Penulis : Nugrahenny Putri Untari
×
×