logo


Tanggapan Bambang Soesatyo Atas Tewasnya Johannes Marliem

Ketua Komisi III DPR RI itu mempertanyakan keamanan saksi kunci kasus korupsi e-KTP.

14 Agustus 2017 09:02 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo.
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Terkait tewasnya Johannes Marliem yang disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam kasus korupsi e-KTP, Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, ikut angkat bicara. Ia mempertanyakan sebagai saksi kunci dalam kasus mega korupsi, apakah Johannes dan keluarganya sudah mendapatkan perlindungan yang maksimal atau belum.

Saksi Kunci Korupsi e-KTP Tewas, Mendagri Bilang Begini

"Dengan statusnya sebagai saksi kunci, apakah almarhum dan keluarganya sudah mendapatkan perlindungan maksimal," tanyanya dalam keterangan pers, Senin (14/8).

Bambang menjelaskan bahwa saksi kunci dalam sebuah kasus mega korupsi akan menghadapi ancaman yang sangat serius. Seharusnya, saksi kunci dan keluarganya mendapatkan perlindungan yang maksimal.


Johannes Marliem Tewas, Nama Setya Novanto Hilang dari Putusan Hakim

"Sangat mudah dipahami bahwa ketika penyidik sebuah kasus besar memposisikan seseorang sebagai saksi kunci kasus tersebut, pada saat itu pula para penyidik menempatkan orang itu dalam ancaman yang sangat serius, termasuk ancaman pembunuhan," ucapnya.

Kehidupan seorang saksi kunci, Bambang melanjutkan, sangat tidak nyaman. Terlebih jika nama dan profil saksi kunci sudah menyebar secara luas.

Kupas Istilah Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP Hingga Pencitraan KPK, Ini Cuitan Fahri Hamzah

Penulis : Ratna Wilandari