logo


Soal Penembakan Deiyai, Tito Karnavian: Tak Pernah Ada Perintah dari Kapolri

Kapolri meminta agar kasus penembakan warga di Deiyai tak dipolitisasi.

14 Agustus 2017 06:46 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COMKapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, meminta agar kasus penembakan warga oleh Polisi di Kabupaten Deiyai, Papua tidak dipolitisasi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kejadian itu terjadi secara spontan dan tidak ada perintah dari dirinya untuk melakukan penembakan.

Komnas HAM Mengutuk Keras Tragedi Penembakan di Deiyai, Papua

"Penembakan Deiyai spontan terjadi, tidak pernah ada perintah dari Jakarta atau Kapolri kepada Kapolda dan jajarannya di Papua untuk melakukan pembunuhan, penembakan kepada masyarakat asli Papua," katanya, Minggu (13/8).

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada upaya Kepolisian untuk melakukan pembunuhan orang asli Papua. 


KontraS Desak Kepolisian Lakukan Penyelidikan Terhadap Kasus Penembakan di Deiyai

"Saya dua tahun bertugas di Papua, dan saya sangat mencintai masyarakat dan budaya Papua, tidak pernah ada upaya Kepolisian untuk membunuh orang asli Papua," tegasnya.

Untuk saat ini, Tito melanjutkan, Mabes Polri sedang membantu Polda Papua untuk melakukan investigasi terhadap permasalahan tersebut. Ia akan melihat apakah polisi sudah melakukan prosedur yang sesuai atau tidak dalam kasus penembakan warga itu. 

Jika dalam investigasi, ditemukan polisi yang melakukan pelanggaran terhadap prosedur maka yang bersangkutan akan langsung diproses hukum secara etik.

"Namun, jika kasus penembakan itu sesuai prosedur atau anggota melindungi diri dari serangan masa, akan dipertahankan kebenaran itu sehingga tidak ada pihak-pihak yang melakukan propaganda bahwa anggota polisi harus diberikan sanksi karena melanggar HAM,"  pungkasnya.

Tito Karnavian: Buku Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Penulis : Ratna Wilandari