logo


PKS: Israel Jangan Persulit Akses Umat Muslim ke Masjid Al Aqsa

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras segala upaya yang dilakukan Israel terhadap situs Masjid Al Aqsa yang merupakan situs yang dilindungi PBB dan milik umat Islam dunia.

18 Juli 2017 17:36 WIB

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari.
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras segala upaya yang dilakukan Israel terhadap situs Masjid Al Aqsa yang merupakan situs yang dilindungi PBB dan milik umat Islam dunia.

Ke Korea, Jokowi Agendakan Kerja Sama Maritim-Infrastruktur

Seperti diberitakan sebelumnya, Tiga pria Arab bersenjata yang melakukan serangan telah ditembak mati tak lama setelah menembaki 2 polisi Israel hingga tewas pada Jumat (14/7/2017) pagi.  Aksi tiga pemuda itu sebagi bentuk perlawanan terhadap penjajahan masjid kiblat pertama umat Islam tersebut.

"Badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO mengeluarkan pernyataan resmi tahun lalu yang menegaskan Masjid al Aqsa (kompleks Haram Asy-Syarif) adalah situs suci milik umat Islam, jadi segala tindakan kekerasan Israel disana tidak dibenarkan sama sekali, termasuk yang baru-baru ini menutup akses ke masjid, menggeledah jamaah sholat dan  memasang metal detector dan bentrokan berdarah dengan jamaah majid yang akan berziarah dan sholat" ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (18/7).


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

Menanggapi insiden berdarah di Masjid Al Aqsa, Kharis meminta agar kementerian Luar Negeri RI mengajukan protes ke PBB terkait langkah Israel tersebu.

"Indonesia bisa mengirimkan nota protes ke PBB sebagai Negara anggota PBB dengan mayoritas Umat Islam kita minta PBB agar melindungi Masjid Al Aqsa dari penjajahan dan kesewenangan rezim Zionis penjajah tersebut, kalau perlu PBB kirim pasukan perdamaian kesana karena resolusi PBB itu memungkinkan agar tidak muncul kembali upaya Zionis mengganggu Masjid Al Aqsa," tuturnya.

Menurutnya atas peristiwa berdarah tersebut, umat muslim di Israel menjadi sangat sulit untuk menjalankan sholat dimasjid tersebut, padahal sebagai umat Islam diwajibkan sholat Jumat dan  sholat 5 kali dalam sehari, dan itu dianjurkan berjamaah di masjid.

"Jadi Israel harus tahu betul  jangan menghalangi apalagi mempersulit akses ke Masjid Al Aqsa bagi setiap muslim yang ingin beribadah dan berziarah di tempat Nabi Muhammad SAW Isra dan Miraj sehingga ketegangan dan gesekan yang tidak perlu terjadi di situs suci Masjid Al Aqsa," jelasnya.

Politisi PKS ini menilai persoalan di Masjid Al Aqsa akan terus berlarut-larut selama penjajah Zionis Israel terus menguasai setiap jengkal tanah Palestina, oleh karena itu Indonesia harus ambil andil untuk turut menyelesaikan persoalan tersebut.

"Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat Konstitusi kita menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Ini PR besar kita  dari para pendiri Bangsa untuk Kemerdekaan Palestina," tutupnya.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Penulis : Khairul Anwar
×
×