logo


WNI yang Dideportasi dari Turki Tak Selamanya Berkaitan dengan ISIS

Persoalan deportasi telah dibahas oleh Presiden Jokowi dengan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan di Ankara pada 6 Juli 2017.

18 Juli 2017 15:50 WIB

Instagram/@sekretariat.kabinet

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi oleh Pemerintah Turki menimbulkan asumsi publik tentang keterkaitan WNI dengan ISIS, sebuah jaringan terorisme global saat ini. Namun, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, membantah hal tersebut. Menurutnya, persoalan deportasi WNI oleh Pemerintah Turki tidak selamanya berkaitan dengan ISIS.

Kapolri dan Presiden Filipina Bahas Teror Isis

"Bukan berarti dia terkait ISIS. Kebanyakan mereka belum sempat menyeberang ke Suriah. Jadi ini adalah angka akumulasi 2015-2017 deportan. Yang dideportasi dari Turki jumlahnya 430 WNI. Pada tahun 2015 ada 193, tahun 2016 ada 60, sedangkan tahun 2017 sebanyak 177 WNI," ujar Retno pada hari Senin, tanggal 17 Juli 2017 di Jakarta.

Persoalan deportasi tersebut, lanjut Retno, juga telah dibahas oleh Presiden Jokowi dengan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan di Ankara pada tanggal 6 Juli 2017. Selain itu, Retno juga mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Menteri Luar Negeri Turki.


Pelaku Penusukan Dua Brimob bernama Mulyadi

"Angka itu juga kita bahas saat Presiden berkunjung ke Ankara dan saya bertemu Menteri Dalam Negeri Turki yang membawahi Imigrasi dan polisi mengenai angka ini dan juga kerja sama yang akan kita tingkatkan untuk counter terorism," ungkap Retno.

Menurut Retno, semua WNI yang diduga memiliki keterkaitan dengan ISIS kini sedang dalam penanganan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Ada satu mekanisme yang sudah biasa dalam artian mereka sampai di sini. Ada BNPT dan sebagainya. Itu sudah sampai ranah BNPT untuk menyeleksinya," jelas Retno.

Sebagaimana diketahui, data statistik yang dirilis Pemerintah Ankara menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-2 terbanyak dalam daftar total kuantitas individu terduga teroris ISIS yang ditangkap oleh otoritas penegak hukum di Turki.

Kenapa Telegram Digemari Teroris? Ini Alasannya

Penulis : Marselinus Gunas