logo


Panglima TNI: Jangan Ikuti Kelompok yang Ingin Mengubah Pancasila!

“Kalau ada kelompok/orang yang akan mengubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa,” ucap Panglima TNI.

18 Juli 2017 15:32 WIB

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7).
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7). Puspen TNI

BANTEN, JITUNEWS.COM - Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi negara dengan ideologi lain atau ideologi di luar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan pengarahan kepada 1.500 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7) kemarin.

Panglima TNI mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur bangsa Indonesia.

Panglima TNI: Tidak Baik Menjelekkan Orang Lain, Apalagi Mengkafirkan

“Kalau ada kelompok/orang yang akan mengubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa,” ucapnya.

“Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi kompetisi global saat ini, ketika perkembangan penduduk luar biasa pesatnya sehingga terjadi persaingan antar negara di dunia dalam memperebutkan sumber daya alam berupa air, pangan dan energi.


Panglima TNI Minta Prajuritnya Jangan Sombong dan Takabur

“Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit sebagai dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus,” katanya.

Panglima TNI lantas mengingatkan, Presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia. Sementara, Presiden RI Ir. Joko Widodo, dalam pidatonya saat dilantik juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka bagi Indonesia.

“Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI juga mengatakan bahwa tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang apabila jati dirinya terusik.

“Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot,” tutupnya.

Panglima TNI Terima Penghargaan Anti Narkoba

Penulis : Riana