logo


Inas Nasrullah Zubir: Banyak Kalangan yang Salah Mengartikan Holding

Politisi Hanura ini mengaku sepakat pembentukan holding energi antara Pertamina (Pertagas) dengan Perusahaan Gas Negara (PGN).

17 Juli 2017 17:43 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah Zubir mengatakan bahwa holding adalah suatu hal yang sangat positif, namun sayangnya banyak pihak yang salah yang memahami tentang pengertian Holding.

Resmi, Pemerintah Naikan Target Pendapatan Cukai Sebesar Rp 1,89 Triliun

"Seperti, holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 7 dengan PTPN 3 yang sebenarnya itu penggabungan, marger bukan holding. Itu salah ngaco yang dilakukan oleh di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ngaco itu bukan holding," ujarnya di Jakarta, Senin (17/7).

Politisi Hanura ini mengaku sepakat pembentukan holding energi antara Pertamina (Pertagas) dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) seperti yang yang diwacanakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Rini Soemarno.


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

"Secara keseluruhan holding merupakan hal suatu hal yang positif,” tuturnya.

Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh PTPN selama ini lebih tepat disebut marger. Inas menjelaskan bahwa holding saat ini banyak ditemukan di negara Jepang, dimana holding dilakukan oleh bidang usaha yang saling berkaitan.

"Misalnya ini holding antara KAI (Kereta Api Indonesia) dan INKA (Industri Kereta Api) berkaitan itu bikin holding karena dia butuh listrik dia bikin holding. Sehingga kinerja perusahaan smooth, bukan kayak PTPN. Kalau satu produk di gabung ngapain holding, marger aja," pungkasnya.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Penulis : Khairul Anwar, Ratna Wilandari