logo


Polisi Jelaskan Kasus Anak Artis Jeremy Thomas Terkait Ribuan Pil Narkoba

Axel diduga sebagai salah satu pelanggan dari tersangka yang ditangkap di Bandara Soetta pada Jumat (14/07/2017) yang lalu.

17 Juli 2017 15:36 WIB

Axel Matthew yang mengalami babak belur pada wajahnya.
Axel Matthew yang mengalami babak belur pada wajahnya. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kasus dugaan penyekapan terhadap anak artis Jeremy Thomas, Axel Mathew Thomas (alias AMT), ternyata terkait dengan pengungkapan narkoba jenis happy five (atau H5) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Axel diduga sebagai salah satu pelanggan dari tersangka yang ditangkap di Bandara tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengungkapkan bahwa dua warga negara Indonesia berinisial ‘JV’ dan ‘DRW’ diamankan petugas Bandara Soetta begitu tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Jumat, tanggal 14 Juli 2017. Dalam penangkapan tersebut, aparat mengamankan 1.000 butir lebih narkoba jenis happy five.

"Pada hari Jumat lalu, petugas Bea Cukai di Terminal 3 mengontak ada orang dari Kuala Lumpur membawa 1.118 happy five dimasukkan ke dalam kotak Panadol," terang Kombes Pol Argo kepada wartawan, di Jakarta, Senin (17/7) siang.

Dari penangkapan tersebut, menurut Argo, terdapat lima orang pemesan yang masing-masing sudah mentransfer biaya pembeliannya. Satu orang di antaranya diketahui bernama Axel Mathew.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan dan menangkap Axel di sebuah Hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun pihak Axel justru menuding petugas yang menangkapnya telah melakukan penyekapan dan pemukulan.

"Tidak masalah, biar kita klarifikasi seperti apa ceritanya di situ. Yang terpenting yang bersangkutan, anaknya JT (Jeremy Thomas), kita kenakan Undang-Undang Psikotropika. Kita dapat pengembangan dari bea cukai," beber Kombes Pol Argo.

Untuk diketahui, Axel Mathew, anak artis Jeremy Thomas disekap dan dipukuli oleh oknum anggota Sat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta di sebuah Hotel di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2017 malam. Kemudian, Jeremy melaporkan peristiwa itu ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, membenarkan adanya laporan dari Jeremy. Namun AKBP Hendy membantah adanya penyekapan dari oknum anggota polisi. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Polri.

Tangkap Kapal Pengangkut 1 Ton Sabu di Bintan, Polisi Periksa Rute Perjalanan

Lima ABK Taiwan Pengangkut 1 Ton Sabu Diamankan Polisi

Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari