logo


Utang Indonesia Era Jokowi Naik 1.000 T, Begini Tanggapan Luhut

Luhut menilai, utang yang dimiliki oleh Indonesia masih kecil dibandingkan dengan negara lain.

17 Juli 2017 14:56 WIB

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dalam tiga tahun kepemimpinan Jokowi, diketahui bahwa utang Indonesia mencapai Rp 3.672,33 triliun atau meningkat sebesar 1.000 triliun lebih.

PAN dan PDIP Sama-sama 'Membandel'

Menanggapi hal tersebut, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa utang yang dimiliki Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan utang negara lain. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia mencapai 27,5 persen.

Hal itu masih kecil dibandingkan negara tetangga Malaysia yang PDB-nya mencapai 40 persen. Sementara Amerika mencapai 100 persen PDB dan Jepang 200 persen PBD.


PAN Ingatkan Jokowi Tak Selamanya Jadi Presiden

"Kita punya utang masih tergolong sangat kecil dibandingkan negara lain, 27,5 persen dibandingkan PDB," ungkap Luhut dalam acara pembukaan Kongres Teknologi Nasional di Jakarta pada hari Senin, tanggal 17 Juli 2017.

"Semua pinjaman kita return-nya bagus, misalnya LRT itu dia bisa bayar sendiri. IRR-nya bisa 12 persen, bisa menservis dirinya sendiri, bayar pakai cash-flow-nya sendiri," lanjutnya.

Dalam hal ini, Luhut menilai bahwa utang merupakan hal yang wajar dalam pembangunan. "Sekarang pertanyaannya, utang itu perlu enggak? Kalau Anda pedagang, bisa enggak semua pakai equity?," tanya Luhut.

"Saya Eneg Lihat Wartawan KPK"

Dia meminta agar jangan sampai ada oknum yang membelokkan informasi, membuat fitnah atau hoax untuk menjelekkan pemerintah dengan mengatakan bahwa jumlah utang Indonesia pada rezim Jokowi semakin besar dan digunakan untuk kepentingan asing.

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Akan Blokir Media Sosial Lain Selain Telegram

Penulis : Ratna Wilandari