logo


Kapolri : Telegram Aplikasi Favorit Teroris

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bahwa Telegram merupakan aplikasi percakapan online yang favorit digunakan oleh jaringan teroris

17 Juli 2017 14:09 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan bahwa Telegram merupakan aplikasi percakapan online yang favorit digunakan oleh jaringan teroris. Oleh karena itu, aplikasi Telegram ini harus ditutup di Indonesia.

Kenapa Telegram Digemari Teroris? Ini Alasannya

"Memang kami minta penutupan itu, karena banyak sekali temuan Densus 88, mereka (pelaku terorisme) sangat favorit menggunakan Telegram, 17 kasus selama 2016 dari investigasi, mereka semua gunakan Telegram," ujar Jenderal Tito pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (17/7).

Menurut Kapolri, penutupan aplikasi telegram ini sebagai bukti bahwa Indonesia mampu bertindak tegas, karena pihak Telegram sebelumnya tidak mengindahkan permintaan Kepolisian.


Segera Adakan Rapat Terkait Telegram, Komisi I Tunggu Respon Menkominfo

"Kita perlu tunjukkan kepada Telegram bahwa kita atas nama national security kita tunjukkan kita close down," jelasnya.

Tito menjelaskan, setelah penutupan aplikasi tersebut, pihak Telegram langsung melunak dan dalam waktu dekat akan melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia.

"Kalau itu dibuka kembali, fine saja asalkan kita diberikan akses untuk melacak kelompok teroris, hanya dibatasi kasus terorisme," tutupnya.

Mengapa Hanya Telegram Yang Diblokir Sedangkan WhatsApp Tidak

Penulis : Khairul Anwar
×
×