logo


Kementan Pantau Luas Tanam Harian Secara Berjenjang

Data dikumpulkan petugas lapangan dan dikirim melalui pesan singkat (SMS) ke SMS Center dengan aplikasi secara online.

17 Juli 2017 12:45 WIB

Sistem tanam jajar legowo.
Sistem tanam jajar legowo. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk pemutakhiran data pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pemantauan luas tanam padi dan jagung secara harian dan berjenjang, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

DPR Dukung Upaya Kementan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dalam Negeri

Data dikumpulkan petugas lapangan dan dikirim melalui pesan singkat (SMS) ke SMS Center dengan aplikasi secara online. Data luas tanam harian ini diperlukan untuk kepentingan internal Kementan sebagai bahan pengambilan kebijakan dan langkah teknis operasional di lapangan guna meningkatkan produksi.

Sebagai contoh, untuk target luas tanam padi nasional bulan Juli 2017 seluas 1.179.065 ha, realisasi sampai dengan tanggal 14 Juli 2017 seluas 415.801 ha. Begitu juga untuk jagung, kedelai, cabai, bawang merah, inseminasi buatan (IB), sapi bunting, sapi melahirkan, dan lainnya.


Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Sektor Pertanian Mampu Penuhi Ekspektasi

Kementan sepakat dengan apa yang disampaikan Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Adi Lumaksono, yang menyatakan bahwa pengujian di Kabupaten Indramayu dan Garut pada tahun 2015 tidak dimaksudkan untuk memperkirakan produksi. Uji coba digelar untuk memperbaiki cara menghitung selama ini dengan SP-padi. Hasil uji coba Kerangka Sampling Area (KSA) tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan luas panen, sebab masih ada beberapa kekurangan.

Kementan bersama institusi terkait saat ini sedang berupaya meningkatkan keakuratan data pangan yang ada.

Upaya tersebut telah disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatot Irianto, yang menegaskan bahwa penghitungan luas panen sudah menggunakan teknologi pengindraan jauh. Kementan saat ini bekerja sama dengan LAPAN dalam mengolah data dari citra setelit landsat-8.

"Cara ini dinilai lebih praktis, efisien dan cepat dan di-update setiap 16 hari sekali," tegasnya di Jakarta, Senin (17/7).

Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, segala upaya sedang digalakkan Kementan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sementara itu, untuk menghindari kesimpangsiuran data, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi, mengungkapkan sudah ada kebijakan satu data yang dikoordinasikan BPS.

Saat ini BPS sudah menyusun roadmap untuk memperbaiki data pangan. Perbaikan data dikoordinasikan BPS dan dilakukan bersama Kementan, BPPT, LAPAN, BIG, BPN, dan instansi terkait lainnya.

"Sesuai roadmap, berbagai metode perbaikan data pangan sudah harus diselesaikan pada tahun 2018," ungkap Suwandi.

Ia menjelaskan beberapa metode perbaikan pengumpulan data yang dilaksanakan BPS dengan BPPT dengan mengembangkan metode Kerangka Sampling Area (KSA). Kementan bersama LAPAN telah memanfaatkan satelit landsat-8 untuk memantau data luas tanam dan panen padi secara rinci, sebaran spasial dan data tabular.

Data citra satelit ini resolusinya 1 pixel setara 30 x 30m atau 900 meter persegi dan resolusi temporal 16 hari sekali. Data hasil citra disajikan secara transparan dan publik bisa mengakses melalui http://sig.pertanian.go.id

"Guna memperbaiki perhitungan produktivitas padi metode ubinan, Kementan juga mengembangkan metode ubinan padi jajar legowo. Untuk diketahui, tanam padi pola jajar legowo ini berpengaruh nyata pada produksi padi," pungkasnya.

Kementan: Dibandingkan Negara Lain, Harga Beras Indonesia Masih Normal

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari
×
×