logo


DPRD Bogor: Kebijakan Pangan Era Jokowi Berkomitmen Sejahterakan Petani

Pertanian Indonesia sejak 2016 hingga saat ini berhasil memenuhi kebutuhan beras sendiri tanpa perlu melakukan impor.

17 Juli 2017 11:25 WIB

Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan usai membuka FRUIT INDONESIA 2016 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (17/11) pagi.
Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan usai membuka FRUIT INDONESIA 2016 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (17/11) pagi. Setkab.go.id

BOGOR, JITUNEWS.COM - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi, menilai komitmen kebijakan pangan yang dijalankan Kementerian Pertanian saat ini sudah sesuai dengan visi misi atau Nawacita pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Harga Sembako Stabil Selama Remadhan, Mentan Apresiasi Kerja Satgas Pangan

Pasalnya, pertanian Indonesia sejak tahun 2016 hingga saat ini berhasil memenuhi kebutuhan beras sendiri tanpa perlu melakukan impor. Yang lebih mengejutkan lagi, selama bulan Ramadhan kemarin, pemerintah berhasil mencetak sejarah dengan mempertahankan harga pangan tetap stabil.

"Di era Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini, para petani jika butuh traktor tidak rumit, asalkan mereka serius mau bertani pasti diberikan bantuan traktor, pompa air, benih, dan pupuk hingga jaminan pemasaran. Jadi, kebijakan pangan ini benar-benar berkomitmen menyejahterakan petani," kata Ade yang biasa dipanggil Jaro Ade, di Bogor, Minggu (16/7).


Kementan akan Kirim Tenaga Ahli untuk Pelajari Kopi di Vietnam

Tetapi, untuk mewujudkan kebijakan dan program pangan ini sangat dibutuhkan keseriusan para kepala daerah. Selain itu, dukungan perguruan tinggi juga harus ada dalam memberikan konsep bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjadi acuan penyusunan kebijakan pemerintah pusat.

"Oleh karena itu, sangat diperlukan sosok kepala daerah yang peduli terhadap petani karena sektor pertanian merupakan ujung tombak perekonomian di masyarakat pedesaan," terangnya.

"Tidak hanya itu, untuk mewujudkan ketahanan pangan, juga sangat diperlukan dukungan dari pelaku usaha yakni pengalokasian dana program corporate social responsibilty (CSR) untuk membantu kebutuhan petani," pungkasnya.

Enam Strategi Kementan Sukseskan Swasembada Jagung

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari
×
×