logo





Tutup Rakornas Satgas 115, Menteri Susi Tekankan Konsistensi dan Komitmen untuk Berantas Illegal Fishing

Menteri Susi juga menekankan agar pemerintah menekankan upaya pemberantasan illegal fishing dan tak boleh lengah dalam mengawaasi laut Indonesia.

13 Juli 2017 16:36 WIB

Rapat Koordinasi Nasional Satgas 115.
Rapat Koordinasi Nasional Satgas 115. detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menekankan Indonesia harus bisa membuktikan kedaulatannya.

Wiranto: Satgas 115 Harus Bisa Menangkap Otak dari Setiap Kejahatan di Laut

"Kita teruskan kerja dan (tunjukkan) komitmen kita. Tanpa komitmen dan konsistensi yang kalian berikan, sebagai Dansatgas, saya tidak akan mampu melakukan tugas," ujar Menteri Susi dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 di Hotel Grand Sahid Jakarta pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2017 malam.

Dalam acara tersebut, Menteri Susi mengatakan, pemerintah telah berbuat banyak dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Meski begitu, Menteri Susi juga menyadari masih banyak yang belum diselesaikan. Ia pun mengajak para peserta Rakornas Satgas 115 untuk terus optimis.


Perang Melawan Ilegal Fishing Mampu Tingkatkan Produksi Ikan Tanah Air

"Kita harus terus punya pemikiran optimis betapa besar yang diberikan laut kita. Dengan keteguhan dan komitmen dari pemberantasan illegal fishing, ke depan kita harus tetap memberikan detterent effect kepada pencuri ikan," lanjutnya.

Pemberantasan illegal fishing di Indonesia sudah menjadi pionir bagi negara lain. Meski begitu, Menteri Susi menekankan, pemerintah harus meningkatkan upaya dan tidak boleh lengah dalam mengawasi laut Indonesia. Hal ini dikarenakan, kebutuhan pangan ikan di dunia guna menambah kualitas kecerdasan maupun kesehatan akan terus meningkat. Negara-negara maju maupun berkembang akan terus mengintai laut Indonesia.

"Saya juga mau mengingatkan, laut adalah lintas kedaulatan. Laut juga teritorial yang selalu diawasi dan dijaga. Untuk itu, kita harus tunjukkan dengan kinerja Satgas 115 bahwa pengamanan laut itu butuh kapasitas dan fasilitas dan peralatan keamanan yang mumpuni," papar Susi.

Poros maritim dunia tidak mungkin akan terjadi jika tidak ada peran dari komponen institusi dan masyarakat, yang selanjutnya diarahkan pada pembangunan ekonomi kemaritiman.

"Kita harus menyadari bahwa misi pemerintah sekarang ini memprioritaskan bahari dan laut. Sehingga tidak boleh mengesampingkan penanganan sengketa dan kasus pencurian. Karena tanpa memperhatikan ini, kita bisa jadi bahan cemoohan negara lain. Kita harus berani memberantas," tambahnya.

"Saya yakin Satgas 115 bisa menjadi leader dalam memberantas kejahatan di laut. Tanpa egosektoral, kita di sini melebur jadi satu," tutupnya.

Jaga Tata Kelola Laut, Susi Tekankan Perlunya Oceans Rights

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari