logo





Arcandra Tahar Imbau Peneliti ESDM Contoh Facebook

Menurutnya, riset perusahaan Facebook berdasarkan kebutuhan pengguna.

12 Juli 2017 15:37 WIB

Temu Bisnis dan Pameran Hasil Litbang ESDM di Gedung Forum Teknologi dan Gedung Pendukung PPPTMGB "LEMIGAS", Rabu (12/7).
Temu Bisnis dan Pameran Hasil Litbang ESDM di Gedung Forum Teknologi dan Gedung Pendukung PPPTMGB "LEMIGAS", Rabu (12/7). Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengimbau agar para peneliti Balitbang ESDM mencontoh tenaga ahli Facebook dalam penelitian. Menurutnya, riset perusahaan Facebook berdasarkan kebutuhan pengguna.

Terkait dengan 15 WK yang Dilelang, Berikut Tiga Poin Penting dari Pemerintah

"Contohnya kenapa Facebook jadi maju, mereka sangat mengetahui kebutuhan sosial media yang ada pada abad ini," ujar Arcandra, dalam rangkaian acara Temu Ilmiah XIII dan Pameran Hasil Litbang ESDM di Gedung Forum Teknologi dan Gedung Pendukung PPPTMGB "LEMIGAS", Jalan Ciledug Raya Kav 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (12/7) siang.

"Kebutuhan itu mereka cukupi sehingga orang tidak perlu lagi dipromosikan harus ikut Facebook. Karena sudah menjadi sebuah kebutuhan, orang akan sendirinya mau untuk ikut. Begitu juga dengan WhatsApp," tambahnya.


Soal Geothermal, Dirjen EBTKE Yakin Capai Target

Selain itu, menurut Arcandra, hasil penelitian juga harus bisa memenuhi atau menyediakan kebutuhan, baik untuk masyarakat, industri, dan para pengguna hasil penelitian tersebut.

"Dalam melakukan teknologi development yang berbasis kepada kebutuhan industri, bukan berbasis kepada kebutuhan si peneliti, nggak ya. Inshaallah saya yakin industri akan membutuhkan itu kalau sudah jadi," ujarnya.

Terakhir, Arcandra meminta para peneliti untuk dapat menciptakan hal-hal baru yang berbeda dari biasanya. Arcandra berpesan agar peneliti dapat memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan bagi dalam negeri.

"Mulailah dari hal-hal pengembangan teknologi itu yang unik untuk Indonesia, sebelum kita bisa bersaing memenuhi kebutuhan dunia sana. Jadi dunia kita dulu. Nah silakan dicari apa teknologinya. Jadi tak hanya sampai di paper saja penelitiannya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Arcandra, hari ini hadir sebagai pembicara kunci pada Temu Ilmiah dan Pameran Hasil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM di Gedung Forum Teknologi PPPTMGB "LEMIGAS", Jakarta Selatan. Acara ini secara rutin dilakukan setiap tiga tahun sekali oleh Badan Litbang ESDM.

Arcandra juga melakukan peluncuran Peta Potensi Arus Laut, Mobile Rig Lemigas, Mini Air Gun yang saat ini dikembangkan menjadi Land Air Gun Seismik, dan produk pelumas Electric Submersible Pump (ESP) yang diekspor ke Libya.

Temu Ilmiah Sesi Pleno hari pertama diawali dengan paparan dari Dirjen Migas, IGN Wiratmaja Puja, terkait 'Arah Kebijakan Migas, Peluang Litbang dan Policy Support'. Selanjutnya, paparan Kepala SKK Migas soal 'Tantangan dan Peluang Peningkatan Produksi Migas, Kemitraan Strategis antara Litbang dan Industri', dan paparan produk hasil Litbang yang disampaikan para Periset Litbang ESDM. Selain itu, terdapat Sesi Panel Hulu dan Hilir Migas dari mitra kerja PT Pertamina, PT Medco Energi, PT Chevron Indonesia, dan Pusinov LIPI.

Temu Ilmiah Sesi Pleno hari kedua besok Kamis (13/7) akan diawali paparan dari Dirjen EBTKE soal 'Arah Kebijakan EBTKE, Peluang Litbang dan Policy Support'. Selanjutnya, paparan Kepala Badan Kementerian Perindustrian soal 'Kebijakan Penggunaan Hasil Litbang untuk Industri', dan paparan produk hasil Litbang yang disampaikan para periset Litbang ESDM. Selain itu, terdapat Sesi Panel Hulu dan Hilir Migas dari mitra kerja Dewan Energi Nasional; SKK Migas; Pertamina; BPPT; BSN; Akademisi (UI); dan mitra kerja Asing dari Ekuador, Dr. Ingeniero Byron Raul Lopez Robayo.

Temu Bisnis pada Pameran Hasil Litbang ESDM menawarkan berbagai produk kepada mitra bisnis, seperti Rig Hidrolik "LEMIGAS", Lube Oil Blending Plant (LOBP), Pembakar Siklon untuk PLTU, Gasmin Batubara, layanan jasa survei kapal riset Geomarin III dan layanan pengujian produk ketenagalistrikan tertentu seperti lampu swaballast.

Terdapat tidak kurang dari 48 produk hasil riset yang perlu dukungan industri maupun pelaku usaha agar dapat dikomersialkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas: teknologi dan kompor Dimethyl Ether (DME), converter kit LPG untuk mesin perahu nelayan dan pompa irigasi, gemuk lumas ramah lingkungan untuk alat pertanian, pengelolaan gas suar bakar, land air gun seismik, dan lain-lain.

Arcandra Tahar: Research dan Development Harus Mengarah ke Industri Basis Teknologi

Penulis : Ferro Maulana, Nugrahenny Putri Untari