logo


Ini Capaian KKP Sejak Ditetapkanya Kebijakan Melawan IUU Fishing

Nilai tukar nelayan secara stabil meningkat sejak tahun 2014 (104,63) sampai tahun 2016 (108,24).

12 Juli 2017 12:30 WIB

Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, mengatakan bahwa program pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing memberi dampak yang cukup besar bagi pemulihan sektor laut dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Susi Minta Pelaku Bisnis Perikanan Menaati Peraturan yang Sudah Berubah

Susi menjelaskan bahwa sampai saat ini upaya KKP telah membuahkan hasil, yang mana nilai tukar nelayan secara stabil meningkat sejak tahun 2014 (104,63) sampai tahun 2016 (108,24).

Sumbangan subsektor perikanan dalam PDB pun terus meningkat dari 2,14 di tahun 2012 menjadi 2,51 di tahun 2015 dan terus meningkat menjadi 2,56 di tahun 2016. ?


Dianggap Sengsarakan Nelayan, Demonstran Tuntut Susi Pudjiastuti Mundur

"Mulai 2014, neraca perdagangan komoditas ikan Indonesia untuk pertama kalinya sejak tahun 2009 berada di atas Thailand," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (11/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2014 nilai komoditas ikan Indonesia kurang lebih US$ 4 miliar, sedangkan Thailand tercatat kurang dari US$ 4 miliar.

"Indonesia mengalami peningkatan rata-rata sebesar 8,71 persen/tahun, dibandingkan Thailand yang mengalami penurunan rata-rata sebesar 5,67persen," demikian katanya.

Ia menegaskan bahwa adanya peningkatan di sektor kelautan tersebut sangat tidak terlepas dari kebijakan KKP melawan pelaku illegal fishing.

"Angka-angka yang saya sebutkan memperlihatkan manfaat pemberantasan illegal fishing terhadap perekonomian negara," ujarnya.

Berdasarkan data WWF tahun 2015, di Indonesia, IUU fishing dan overfishing menyebabkan rumah tangga nelayan Indonesia berkurang sebanyak 50 persen dalam kurun waktu 10 tahun, yaitu dari 1,6 juta tahun 2003 menjadi hanya 800 ribu di tahun 2013.

Tak hanya itu, IUU Fishing juga mengancam sekitar 65 persen terumbu karang Indonesia yang merupakan habitat dan tempat reproduksi ikan.

Jaga Tata Kelola Laut, Susi Tekankan Perlunya Oceans Rights

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari