logo


Perang Melawan Ilegal Fishing Mampu Tingkatkan Produksi Ikan Tanah Air

Turunnya populasi ikan dan rusaknya ekosistem laut Indonesia disebabkan oleh ribuan kapal-kapal asing yang mencuri ikan secara ilegal.

11 Juli 2017 14:30 WIB

Penangkapan kapal ikan asing berbendera Vietnam di Perairan Natuna.
Penangkapan kapal ikan asing berbendera Vietnam di Perairan Natuna. Humas Bakamla

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan bahwa upaya pemerintah dalam melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Satgas 115 melakukan perang melawan pelaku penangkapan ikan secara ilegal (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing/IUU fishing) berimbas positif pada naiknya produksi ikan.

Menteri Susi: Harus Ada Transparansi dalam Membangun Sektor Kelautan

"Dengan upaya penangkapan dan penenggelaman kapal asing yang mengambil ikan dari Indonesia memberikan dampak positif terhadap peningkatan stok ikan menjadi 12,5 juta ton. Apabila kita menghitung satu kilogram ikan seharga 1 dolar, berarti nilai stok ikan kita naik menjadi 6,5 miliar dolar," kata Susi dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Selasa (11/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesalahan manajemen di sektor kelautan dan perikanan yang terjadi secara terus menerus dalam kurun waktu berpuluh-puluh tahun dan terutama dua dekade terakhir menjadikan populasi ikan dan semua jenis ekosistem laut Indonesia terus menurun.


Satgas 115 Perkokoh Barisan Berantas IUU Fishing

"Populasi ikan terus menurun, terumbu karang dan ekosistem laut lainnya juga terus berkurang," lanjutnya.

Susi mengatakan, turunnya populasi ikan dan rusaknya ekosistem laut Indonesia disebabkan oleh ribuan kapal-kapal asing yang mencuri ikan secara ilegal.

"Ini sangat jelas terjadi, kalau kita melihat adanya penurunan stok ikan menjadi 6,5 juta ton dalam dua dekade terakhir," ujarnya.

Akan tetapi, dengan adanya upaya perang melawan illegal fishing tersebut, biota laut yang ada pelan-pelan mulai pulih dan produksi ikan dalam skala nasional terus meningkat.

"Angka impor ikan Indonesia saat ini menurun sebesar 80 persen. Ini menjelaskan bahwa populasi ikan terus meningkat dan juga adanya peningkatan hasil tangkapan nelayan atau pengusaha kapal asli Indonesia," tukasnya.

Dianggap Sengsarakan Nelayan, Demonstran Tuntut Susi Pudjiastuti Mundur

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari
×
×