logo


Satgas 115 Perkokoh Barisan Berantas IUU Fishing

Satgas 115 bekerja sama dengan luar negeri seperti PBB untuk memastikan agar tidak ada ruang lagi bagi para oknum untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal

11 Juli 2017 10:25 WIB

Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Senin (10/7) di Hotel Grand Sahid, Jakarta
Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Senin (10/7) di Hotel Grand Sahid, Jakarta Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), pada hari Senin, tanggal 10 Juli 2017 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan koordinasi dan persamaan persepsi di antara unsur-unsur Satgas 115, khususnya untuk menanggulangi pelanggaran dan kejahatan di bidang perikanan seperti penangkapan ikan secara ilegal (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing/IUU Fishing).

Susi: Kalau Saya Diminta Berubah Lebih Santun, Itu Susah

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TNI-AL, Polair, Ditjen PSDKP KKP, Bakamla dan Kejaksaan Republik Indonesia yang tergabung dalam Satgas 115 bekerja sama dengan luar negeri seperti PBB untuk memastikan agar tidak ada ruang lagi bagi para oknum untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Lebih lanjut, Menteri Susi memaparkan bahwa tindakan penangkapan ikan secara ilegal ini tidak hanya merugikan Indonesia tapi juga dunia. Ini menurutnya dapat menyebabkan minimnya ketersediaan spesies ikan tertentu (sustainability).


Menteri Susi Ingin Pegawai KKP Menjadi Pelopor Perubahan

Menurut Menteri, tidak dapat diprediksi secara pasti kerugian akibat penangkapan ikan secara ilegal. Ini terjadi karena IUU fishing tidak hanya dapat dihitung dari jumlah kapal yang berhasil ditenggelamkan tapi juga berdasarkan ukurannya dan modus operandi pelaku.

Illegal fishing tidak hanya dilakukan oleh kapal asing saja, sekarang ini banyak indikasi kapal-kapal berbendara Indonesia yang melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia tetapi dibawa ke high seas kemudian melakukan trans-shipment ke kapal asing,” kata Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Selasa (11/7).

Total kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan sejak tahun 2014 sampai dengan bulan April 2017 adalah sebanyak 317 kapal. Satgas 115 juga secara aktif melakukan penangkapan kapal pencuri ikan. Sampai dengan bulan Juni 2017, Satgas 115 menangkap 294 kapal pencuri ikan dengan rincian 116 kapal Indonesia dan 66 kapal Asing, kapal asing berbendera Indonesia 116, Malaysia 6, Vietnam 54, Filipina 5 dan Taiwan 1.

Selain itu, sampai bulan Juni 2017, Satgas menangani 95 kasus pencurian ikan, 54 di antaranya adalah kasus IUU fishing, dan 39 adalah kasus kejahatan terkait perikanan. Dari seluruh jumlah kasus yang ditangani, 41 kasus yang berhasil diselesaikan atau sudah berkekuatan hukum tetap.

Rakornas yang rencananya berlangsung selama tiga hari hingga hari Rabu, tanggal 12 Juli 2017 ini juga akan membahas penanganan ABK asing pelaku illegal fishing, kepastian hukum terhadap nelayan kecil, penanggulangan kegiatan destructive fishing, dan meningkatkan kepatuhan hukum kapal ikan Indonesia menuju kondisi legal, regulated, reported fishing dalam rangka meningkatkan pendapatan negara di sektor perikanan. Rakornas ini sekaligus sebagai sarana untuk memperkokoh barisan semua unsur Satgas 115 dalam memberantas IUU Fishing.

Susi Minta Pelaku Bisnis Perikanan Menaati Peraturan yang Sudah Berubah

Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata
×
×