logo





Ikuti Buka Bersama Kebangsaan, Gubernur Bali Tekankan Prinsip Menyama Braya Antar Umat Beragama

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri acara buka bersama kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, pada Selasa (20/6/2017).

20 Juni 2017 21:20 WIB

Acara buka puasa bersama kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Selasa (20/6/2017).
Acara buka puasa bersama kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Selasa (20/6/2017). Jitunews/Puji Sukiswanti

NUSA DUA, JITUNEWS.COM - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri acara buka bersama kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, pada Selasa (20/6).

Gelar OTT, KPK Tangkap Gubernur Bengkulu dan Istrinya

Pastika mengatakan, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan telah merdeka sejak 72 tahun. Namun dewasa ini berbagai peristiwa di berbagai daerah menunjukkan potensi ancaman yang sangat tinggi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa mulai dari konflik antar kelompok, sampai pada ancaman radikalisme dan terorisme .

Hal itu menyebabkan kohesi dan persatuan nasional semakin merenggang dan kebhinekaan yang menjadi kerangka bangsa seakan terkoyak.


KPK Bawa Gubernur Bengkulu dan Istrinya ke Jakarta untuk Diperiksa Intensif

Untuk itu, Gubernur Pastika yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Bali ini menekankan agar seluruh masyarakat selalu mengedepankan prinsip menyama braya dalam hidup bermasyarakat.

Menurutnya, menyama braya merupakan simpul-simpul persatuan yang di dalamnya berisi ikatan-ikatan kebersamaan dengan dilandasi oleh rasa saling memiliki serta dengan semangat kekeluargaan antar umat.

Sudut pandang menyama braya tidak hanya sempit pada tatanan keluarga besar pada sebuah garis keturunan semata, namun merupakan bagian dari proses persahabatan secara luas.

"Nyama Hindu, Nyama Islam, Nyama Kristen, Nyama Katolik, Nyama Konghucu dan Nyama Budha kita semua adalah nyama yang berarti saudara, yang harus melindungi, menghormati, mengasihi dan menyayangi satu sama lain sehingga tidak ada ketersinggungan antar nyama," ujarnya.

Pastika berharap, dengan acara buka puasa yang menghadirkan seluruh umat agama di Bali dan Nusa Tenggara ini bisa memberikan vibrasi positif terhadap keharmonisan hidup bermasyarakat di seluruh Indonesia khususnya di Bali.

Ini Harapan Pangdam IX Udayana Soal Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Penulis : Puji Sukiswanti, Vicky Anggriawan