logo





Demi Memperluas Peran TTI, Kementan Gandeng PT Pertani

Kerjasama dengan PT Pertani dilakukan guna memperluas dan membangun TTI di daerah lain.

20 Juni 2017 16:30 WIB

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Badan Ketahanan Pangan dan Pt. pertani Persero, tentang perluasan Toko Tani Indonesia(TTI).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Badan Ketahanan Pangan dan Pt. pertani Persero, tentang perluasan Toko Tani Indonesia(TTI). Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dirjen Hortikultura yang sekaligus Plt Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kemetan), Supudnik Sujono, mengatakan bahwa untuk menyukseskan program besar pemerintah menghadirkan pangan yang berkualitas dan harga murah kepada konsumen perlu dibangun sebuah strategi tata niaga pangan yang baru. Salah satu jawaban nyata dari strategi pemerintah saat ini adalah melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

Pengamat Sebut Kenaikan Produksi Pangan Tak Sebanding dengan Besarnya Anggaran Negara

"TTI merupakan strategi jitu dari pemerintah, menghadirkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen," ujar Supudnik Sujono saat acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Badan Ketahanan Pangan dan Pt pertani Persero, tentang perluasan Toko Tani Indonesia (TTI), di Jakarta, Selasa (20/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa strategi TTI ini harus terus dilanjutkan dan harus diperluas cakupannya bukan hanya di Jabodetabek tetapi harus sampai ke seluruh Indonesia.


Investasi Kementan Kembali Dua Kali Lipat dalam Dua Tahun

Supudnik mengakui bahwa untuk bisa mewujudkan penyebaran TTI merata di seluruh Indonesia membutuhkan dukungan dan kerja sama yang baik dari semua stakeholder yang ada termasuk BUMN.

"Kami sadari, untuk bisa memperluas peran TTI ini, tidak hanya dilakukan oleh Kementan, maka kami gandeng Pt Pertani untuk bisa bekerja sama untuk memperluas kehadiran TTI dengan membangun TTI-TTI baru di daerah," katanya.

Ia menjelaskan bahwa barang pangan yang dijual di TTI sangat murah, di bawah harga pasar. Hal ini dimungkinkan karena pihak TTI memiliki mitra kerja Gapoktan di tingkat petani. "Kita memiliki mitra di tingkat petani, kita memiliki Gapoktan maka pangan yang kita ambil pasti berkualitas dan harga yang sangat murah," tuturnya.

Ia berharap agar MOU tersebut tidak hanya sebatas MOU belaka tetapi harus ada tindakan nyata pengembangan TTI baru di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Dirut Pt Pertani, Wahyu, mengatakan bahwa pihaknya siap mengembangkan TTI ke seluruh Indonesia.

"Dalam waktu dekat kita akan membangun 100 TTI baru di beberapa daerah dan akan bertambah dengan cepat karena kami sudah memiliki outlet-outlet di daerah,"demikian kata Wahyu.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan membangun gudang-gudang baru sebagai tempat penyimpanan barang pangan di setiap outlet yang ada.

"Kita juga akan membangun gudang-gudang khusus untuk bahan pangan yang tahan lama dan gudang-gudang lain yang memiliki penanganan khusus guna menyimpan bahan pangan yang tidak memiliki daya tahan lama,"katanya.

Kementan Klaim Harga Komoditas Hortikultura Berada pada Kisaran Normal

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari