logo


Kementan Siapkan Dana 20 Miliar untuk Kembangkan Sapi Bangsa Belgian Blue

Pengembangan sapi Belgian Blue di BET Cipelang ini merupakan wujud pengembangan teknologi dalam rangka introduksi jenis sapi baru di Indonesia.

17 Juni 2017 11:17 WIB

Peternakan sapi.
Peternakan sapi. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

CIPELANG, JITUNEWS.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan 1.000 ekor kelahiran pedet Belgian Blue tahun 2017/2018. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi Balai Embrio Ternak Cipelang. Dalam waktu dekat akan disiapkan proses lelang untuk kegiatan ini tegas mentan.

Mentan: Kita Buka Peluang Investasi Untuk Chile di Indonesia

Mentan juga meminta agar segera dilakukan revisi anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk menyukseskan kelahiran 1.000 ekor sapi belgian blue tahun 2017/2018.

Pengembangan sapi Belgian Blue di BET Cipelang ini merupakan wujud pengembangan teknologi dalam rangka introduksi jenis sapi baru di Indonesia. Keberadaan Belgian Blue digunakan untuk disilangkan dengan sapi lokal untuk meningkatkan perototan sapi lokal.


DPR Apresiasi Langkah Cepat Kementan dalam Menyediakan Stok Pangan

"Saya bangga dan bahagia hari ini melihat keberadaan Belgian Blue", demikian kata Mentan Amran Sulaiman, dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Sabtu (17/6).

Pengembangan dilakukan dengan menggunakan semen beku Belgian Blue serta mengimplementasikan TE (Transfer Embryo) dan sudah dilakukan sejak tahun 2016.

“Dalam sejarahnya, sapi Belgian Blue (selanjutnya disebut sapi BB) merupakan perkawinan antara sapi Shorthorn atau Durham dengan sapi lokal Belgia. Sapi hasil persilangan ini memiliki warna kulit kebiruan sehingga disebut dengan Belgian Blue," lanjutnya.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari mutasi ini adalah perototan yang luar biasa sehingga jumlah karkas juga meningkat dan kandungan lemak pada daging rendah.

Tingginya minat peternak terhadap sapi BB ini menginspirasi asosiasi Belgian Blue di Belgia untuk menyebarkan Belgian Blue ke seluruh dunia baik dalam bentuk semen beku maupun embrio. Semen beku Belgian Blue biasanya digunakan untuk kawin silang dengan sapi perah (hampir 65 persen).
Terdapat 3 pola warna pada sapi BB ini, di antaranya adalah hitam (pie-black/pie-noire), semua putih dan roan (pie-blue).

Dalam perkembangan terakhir, sapi BB digunakan sebagai sapi dual purpose (dwi guna/penghasil daging dan susu) dan sapi pedaging. Sebagai sapi dwiguna, prinsip seleksi yang digunakan berdasarkan potensi produksi susu dan calving easy (kemudahan melahirkan), produksi susu mencapai 4.200 s.d 4.800 liter. Namun, juga terdapat sapi dengan tipe perah dengan produksi susu 5.400 s.d 6.000 liter. Dengan sifat aslinya sebagai sapi dwi guna, sapi BB adalah sapi pedaging yang memiliki sifat dan keuntungan seperti perototan yang luar biasa, efisiensi pakan, kualitas daging yang bagus (tenderness), early maturity, docility (jinak), rendah lemak, rendah tulang dan persentase karkas yang 20% lebih banyak dibandingkan sapi pada umumnya.

Pengembangan sapi Belgian Blue di BET Cipelang ini merupakan wujud pengembangan teknologi dalam rangka introduksi jenis sapi baru di Indonesia. Belgian Blue  disilangkan dengan sapi lokal untuk meningkatkan perototan sapi lokal.

“Dengan dikembangkannya sapi BB ini, kita semakin optimis dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi daging sapi di Indonesia,” pungkas Mentan.

DPR Dukung Upaya Kementan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dalam Negeri

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari