logo


Tangkal Hate Speech, Gusdurian: Mulai dari Pendidikan dan Perkuat Basis Keluarga

Jika terlambat direspon, ‘virus hate speech’ ini dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.

31 Mei 2017 02:23 WIB

Ilustrasi Stop Hate Speech
Ilustrasi Stop Hate Speech ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam mencegah ujaran kebencian (hate speech) yang saat ini semakin marak di tengah masyarakat, dapat dimulai dari keluarga dan sekolah. Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, pemerintah harus mempunyai langkah strategis dalam mencegah hate speech. Karena jika terlambat direspon, ‘virus hate speech’ ini dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.

Polresta Samarinda Sosialisasikan SE Kapolri tentang Hate Speech

“Yang jelas kita mulai dari pendidikan. Harus ada langkah taktis dari pemerintah kalau situasinya sudah genting sekali. Jadi pemerintah harus punya strategi-strategi supaya ini cepat direspon. Kedua memperkuat basis keluarga. Artinya, menguatkan orang tua agar mereka mampu untuk menjadi pendidik anak-anaknya, itu penting,” tutur Alissa kepada Jitunews.com, di Jakarta Selatan, Selasa (30/5).

Alissa memaparkan, hasil survei Gusdurian tahun 2016 lalu, anak muda ini jika ditanya siapakah yang paling berpengaruh dalam kehidupannya, mereka menjawab orang tua. Bila ibu atau ayah dalam keluarga melarang anaknya untuk mengucapkan ujaran kebencian, maka sang buah hati akan patuh.


Todung Mulya Lubis Berikan Solusi Atas Maraknya Hate Speech

“Kalau orang tua bilang nggak boleh, anak itu lebih nggak berani melewati melakukan batas tersebut. Langkah nyatanya jelas advokasi kepada pemerintah itu jelas apa langkah pemerintah dalam merespon ini. Kedua, memperkuat gerakan masyarakat sipil yang memang arahnya ke pendidikan untuk bisa memperbanyak upaya pendidikan orang tua dan pendidikan guru,” ujar Alissa.

Bahkan, beber Alissa, di lembaga kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) di mana dirinya menjabat sebagai sekretaris, pihak NU selalu mendampingi orang tua supaya mereka mampu memberikan pendidikan yang lebih baik kepada putra dan putrinya. Tujuannya agar menangkal intoleransi antar umat beragama ke depan.

 

Jadikan SARA Sebagai Strategi, Alissa Wahid: Mesin Politik Sontoloyo!

Penulis : Ferro Maulana, Riana