logo





Kementerian ESDM Umumkan Penawaran Wilayah Kerja Migas 2017

Total 15 Wilayah Kerja baru migas tersebut ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung dan Lelang Reguler.

20 Mei 2017 15:50 WIB

Ilustrasi pengeboran minyak.
Ilustrasi pengeboran minyak. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi Baru Tahun 2017. Wilayah Kerja (WK) yang ditawarkan terdiri dari 10 Wilayah Konvensional dan 5 Wilayah Kerja Non Konvensional.

Pengamat: Investasi Migas di Indonesia Menurun

Total 15 Wilayah Kerja baru migas tersebut ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung dan Lelang Reguler. Adapun hal ini dilakukan untuk menuju industri hulu migas yang lebih efektif dan efisien melalui kontrak Gross Split.

10 Wilayah Kerja Konvensional seperti Andaman I yang berlokasi di Lepas Pantai Aceh dengan luas 7.346 km2, Andaman II yang juga berlokasi di Lepas Pantai Aceh dengan luas 7.399.85 km2, South Tuna yang berada di Lepas Pantai Natuna dengan luas 7.827.09 km2, Merak Lampung yang berada di Lepas Pantai dan Daratan Banten-Lampung dengan luas 5.104.17, Pekawai di Lepas Pantai Kalimantan Timur dengan luas 7.775.83 km2.


ESDM: Kami Terbuka Terhadap Investasi Asing Selama Menguntungkan Kedua Belah Pihak

Selain itu, ada West Yamdena yang berlokasi di Lepas Pantai dan Daratan Maluku dengan luas 8.209.96 km2, Kasuri III di Daratan Papua Barat dengan luas 752.39 km2. Sedangkan untuk Lelang Reguler/Reguler Tender, WK meliputi Tongkol di Lepas Pantai Natuna dengan luas 5833.98 km2, East Tanimbar di Lepas Pantai Maluku dengan total 8.242.81 km2, dan Mamberamo di Daratan dari Lepas Pantai Papua dengan luas 7.783 km2.

Untuk penawaran Wilayah Kerja Non Konvensional meliputi MNK Jambi I di lokasi Onshore Jambi dengan luas 2.823.93 km2 (Shale Hydrocarbon), MNK Jambi II di lokasi Onshore Jambi & Sumatera Selatan dengan luas 1.622.35 km2 (Shale Hydrocarbon), GMB West Air Komering di Onshore Sumatera Selatan dengan luas 1.085.00 km2 (CBM). Sedangkan untuk Lelang Reguler/Reguler Tender meliputi GMB Raja di Onshore Sumatera Selatan dengan luas 580.50 km2 (CBM), dan GMB Bungamas di Onshore Sumatera Selatan dengan luas 483.60 km2 (CBM).

Seluruh Wilayah Kerja yang ditawarkan ini merupakan suatu terobosan baru dengan menggunakan skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split, yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Ketentuan besar bagi hasil yaitu base split antara Pemerintah dan Kontraktor yang diterapkan sebesar 57%-43% untuk minyak dan 52%-48% untuk gas. Base split ini nantinya akan disesuaikan dengan kondisi aktual lapangan nanti pada saat pengembangan lapangan melalui adjustment pada komponen variabel maupun komponen progresif.

Dengan persyaratan minimal dalam kegiatan eksplorasi (firm commitment 3 tahun pertama kontrak untuk Wilayah Kerja Konvensional disesuaikan dengan kondisi masing-masing Wilayah Kerja. Jika ketersediaan data sudah mencukupi, maka persyaratan wajib dilakukan pembuktian prospek melalui pemboran sumur. Namun, apabila ketersediaan data wilayah Kerja belum mencukupi, maka persyaratan minimal untuk komitmen eksplorasi adalah seismik 2D atau 3D. Sedangkan syarat minimal untuk komitmen eksplorasi pada Wilayah kerja Non Konvensional adalah mewajibkan pemboran sumur eksplorasi pada masing-masing Wilayah Kerja.

Sebagai informasi, jadwal lelang WK Migas Konvensional meliputi Akses Dokumen Lelang mulai tanggal 29 Mei 2017 dengan pengembalian DOkumen Partisipasi paling lambat pada 17 Juli 2017 (untuk lelang Penawaran Langsung) dan 28 September 2017 (untuk lelang reguler).

Sedangkan jadwal lelang WK Migas Non Konvensional meliputi Akses Dokumen Lelang mulai tanggal 29 Mei 2017 dengan pengembalian Dokumen Partisipasi paling lambat 12 Juli 2017 (untuk lelang Penawaran Langsung) dan 25 September 2017 (untuk lelang reguler)

Percepat Proyek 35.000 MW, PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari