logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Perindo: Saat Ini Anggota Dewan Hanya Berkutat dengan Kepentingan Kelompoknya

Menurut Rifiq, jika anggota dewan berpihak kepada rakyat dan menjadi wakil yang betul-betul menyalurkan aspirasi rakyat, maka berikan keadilan kepada rakyat dengan pengalokasian kursi yang tepat sesuai dengan kebutuhan daerah dan mengakomodasi kepentingan

20 Mei 2017 15:13 WIB

Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq
Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen DPP Perindo, Ahmad Rofiq, menilai bahwa saat ini anggota dewan hanya berkutat dengan kepentingan kelompoknya.

Hary Tanoe Pensiun dari MNC Group Demi Perindo, Benarkah?

“Anggota dewan hanya berkutat dengan kepentingan kelompoknya,sementara hal-hal yang krusial seperti apakah ada penambahan kursi baru di DPR tidak pernah dibahas,” tutur Rofiq dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (20/5).

Lebih lanjut, Rofiq mengatakan bahwa adanya urgensi penambahan kursi di DPR RI saat ini bermula dari munculnya Provinsi-provinsi baru yang tidak memiliki wakilnya di parlemen.


Janji Politik HT, Bersama Perindo Jalankan Ekonomi Kerakyatan

Contohnya, kata dia, sampai saat ini belum ada kejelasan Provinsi baru seperti Kalimantan Utara (Kaltara) akan mendapatkan kursi di parlemen.

“Seperti halnya Kaltara, sebagai sebuah provinsi baru seharusnya dalam pemilu yang akan datang memiliki jatah kursi di parlemen, tetapi sampai sekarang belum pernah dibahas, mereka hanya berkutat dengan kepentingan-kepentingannya,” cetusnya.

Selain itu, menurutnya saat ini juga terjadi proses demografi, yang mana sedang dalam masa berkembang yang sangat pesat di negeri ini.

“Melihat semua fenomena ini seharusnya ini yang dibahas, apakah nanti ada penambahan jumlah kursinya, tetapi pada kenyataannya sampai sekarang masih belum jelas,” paparnya.

Menurutnya, jika anggota dewan berpihak kepada rakyat dan menjadi wakil yang betul-betul menyalurkan aspirasi rakyat, maka berikan keadilan kepada rakyat dengan pengalokasian kursi yang tepat sesuai dengan kebutuhan daerah dan mengakomodasi kepentingan lainnya.

 

Molornya Pembahasan RUU di Parlemen Dampak dari Politik Transaksional

Penulis : Siprianus Jewarut, Riana
×
×